Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyambut positif bergabungnya AQUA dalam ekosistem DBL. Menurutnya, kehadiran AQUA menjadi dukungan yang sangat relevan mengingat jutaan pelajar yang terlibat di DBL menjalani aktivitas fisik yang tinggi, mulai dari pemain basket, peserta dance, hingga para suporter yang memadati arena pertandingan. Apalagi mereka juga dituntut menjadi seorang student athlete, yang bisa menyeimbangkan antara akademik dan nonakademik.
“Kami sangat senang menyambut AQUA sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” ujar Masany.
Menurut Masany, kolaborasi ini terasa semakin tepat karena AQUA juga hadir sebagai title partner DBL Dance.
Baca Juga:Atlet Kabupaten Tasikmalaya Berisiap Sambut Porprov Jabar 2026, Sepak Bola Kembali Setelah 30 TahunHPPMI Desak Kemenkeu Segera Lelang Lahan Eks HGB PT BSS untuk Ribuan Penggarap di Bogor
“Kami menyaksikan sendiri peserta DBL Dance itu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun koreografi, berlatih, hingga tampil dengan kostum dan properti yang sering kali membuat mereka merasa gerah. Karena itu, kehadiran AQUA dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.
DBL Dance sendiri terus berkembang menjadi salah satu kompetisi dance pelajar terbesar di Asia Tenggara. Setiap musimnya, ajang ini melibatkan ratusan tim dan lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2018, DBL Dance juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kompetisi dance dengan peserta terbanyak di Indonesia. Ajang ini melahirkan banyak talenta-talenta berbakat seperti Dita Karang dan Christy Gardena (member Grup No Na).
Pengalaman positif menjadi bagian dari DBL Dance dirasakan oleh banyak peserta. Valencia
Stephanie Hadasaah, alumni dancer SMA IPEKA Puri Jakarta, menilai kompetisi ini memberikan pengalaman yang tidak hanya profesional, tetapi juga memperluas jejaring dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” ujarnya.
