JABAR EKSPRES – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai dirasakan pengguna kendaraan yang memiliki konsumsi bahan bakar tinggi. Salah satunya pemilik motor 2-Tak yang kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pada hari kedua pemberlakuan harga baru BBM non-subsidi, antrean kendaraan roda dua tampak mengular di SPBU Cihanjuang, Kota Cimahi, Kamis (11/6/2026). Di antara para pengendara yang menunggu giliran mengisi bahan bakar, terlihat sejumlah pengguna motor 2-Tak yang ikut terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
Pemerintah resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kebijakan itu menjadi perhatian pemilik motor 2-Tak karena jenis kendaraan tersebut dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dibanding motor 4-Tak.
Baca Juga:ESDM Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM dan LPG Subsidi, Benarkah?Imbas Kenaikan BBM, Kurir dan Ojol di Cimahi Keluhkan Pendapatan Harian Menyusut
Selain itu, sebagian besar motor 2-Tak juga membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi agar performa mesin tetap terjaga.
Salah satu pengguna motor 2-Tak yang merasakan dampaknya adalah Algifari (32), warga Soreang, Kabupaten Bandung. Ia menggunakan Kawasaki Ninja keluaran 2013 berwarna biru yang dibelinya sekitar satu tahun lalu.
Menurut Algifari, motornya hanya mampu menempuh jarak sekitar 20 hingga 25 kilometer untuk setiap liter bahan bakar. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata konsumsi bahan bakar motor 4-Tak yang bisa mencapai 40 hingga 60 kilometer per liter.
“Kaget juga, pagi-pagi baca berita kenaikan harga BBM. Motor saya 2-Tak, konsumsi BBM boros, ditambah sekarang harga naik pengeluaran makin membengkak,” kata Algifari saat ditemui, Kamis.
Ia mengatakan, dalam kondisi normal dirinya menghabiskan sekitar Rp50 ribu untuk mengisi Pertamax setiap hari. Jumlah tersebut biasanya cukup untuk kebutuhan perjalanan pulang-pergi dari Soreang ke Cimahi selama dua hari.
Namun setelah harga BBM naik, nominal yang sama diperkirakan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan perjalanan dengan durasi serupa.
“Ya tadi isi Rp50 ribu juga, paling sekarang cukup buat 1 hari besoknya harus isi lagi. Belum ditambah pengeluaran buat oli samping, makanya pusing banget,” ujarnya.
Baca Juga:Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Sinyal Gantikan Menkeu Purbaya? Pengamat Nilai Kenaikan Pertamax Berpotensi Tekan Daya Beli Warga Masyarakat
Selain konsumsi bahan bakar yang relatif tinggi, pengguna motor 2-Tak juga harus menanggung biaya tambahan berupa oli samping yang menjadi kebutuhan rutin kendaraan tersebut. Kondisi itu membuat beban operasional semakin berat setelah kenaikan harga BBM non-subsidi.
