Tempat Refleksi di Jalan Pajajaran Bogor Timur Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik 

Tempat refleksi atau tempat pijat di kawasan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor
Tempat refleksi atau tempat pijat di kawasan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, usai dipadamkan oleh petugas setelah terbakar pada Kamis (4/6/2026) pagi. Foto: Sekar Andini/ Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran melanda sebuah tempat refleksi atau tempat pijat di kawasan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (4/6/2026) pagi.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theo Patricinio Freitas, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pada pukul 06.50 WIB.

“Setelah menerima informasi, kami DPKP langsung menuju lokasi dari Pos Damkar Sukasari dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam,” kata Theo saat dikonfirmasi di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul di lantai dua bangunan. Sebelum api terlihat, warga sekitar sempat mencium bau kabel terbakar di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, api mulai terlihat dan dengan cepat membesar.

“Dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik atau korsleting,” ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, bangunan diketahui belum beroperasi sehingga tidak terdapat pengunjung di dalam lokasi. Hanya seorang penjaga yang berada di pos satpam saat peristiwa berlangsung.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Posisinya memang belum dibuka. Hanya ada penjaga dan saat itu sedang tidur. Penjaga dibangunkan oleh warga sekitar ketika api sudah membesar,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, lantai dua bangunan ludes terbakar dan mengalami kerusakan paling parah, sementara lantai satu hanya terdampak sebagian.

Selain struktur bangunan, sejumlah ruangan beserta perabotan dan peralatan pun turut hangus terbakar. Sementara itu, jumlah kerugian masih dalam proses pendataan.

“Yang habis terbakar itu lantai dua. Kalau lantai satu tidak terlalu terdampak. Selebihnya ya furniture dan barang-barang dan alat-alat di dalam bangunan,” katanya.

Baca Juga:Kesal Tak Bertemu Pengacara, Pria di Taraju Ngamuk hingga Dobrak Rumah dan Rusak PropertiKomisaris Pertamina Sidak SPBU di Bali, Pastikan Stok BBM dan Pelayanan Sesuai Standar

Theo menambahkan, dalam proses pemadaman, petugas sempat mengalami kendala pasokan air karena tidak terdapat hidran yang berfungsi di sekitar lokasi kejadian.

Petugas kemudian mengambil suplai air dari depan Kantor Sukasari. Sementara hidran yang berada di dekat lokasi tidak dapat digunakan.

“Kendalanya pasokan air. Di depan lokasi tidak ada hidran, jadi petugas harus bolak-balik mengambil air dari luar, tadi ambilnya di depan Lantor Sukasari. Di sekitar lokasi sebenarnya ada hidran, tetapi tidak berfungsi karena bagian koplingnya hilang,” ujarnya.

0 Komentar