JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor merespons dorongan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin agar halte-halte BisKita Trans Pakuan dipasangi kamera pengawas (CCTV) sebagai upaya mencegah aksi vandalisme dan perusakan fasilitas halte.
Kepala Dishub Kota Bogor Sujatmiko Baliarto mengatakan, pengadaan CCTV bukan menjadi kewenangan Dishub, melainkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Kalau CCTV itu memang kita sudah koordinasi dengan Kominfo. Karena yang mengadakan Kominfo, bukan kami. Enggak boleh kami,” kata Sujatmiko saat dihubungi, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga:Come See Mie Fest 2026 Hadir di Bandung, Mie Sedaap Sajikan Pengalaman Imersif dan Inovasi RasaPerta Arun Gas Jadikan Indonesia sebagai The Largest Re-Export Loading Market LNG Dunia
Ia menjelaskan, Dishub hanya bertugas melakukan pemeliharaan dan perawatan fasilitas halte. Apabila CCTV nantinya terpasang, Dishub juga akan bertanggung jawab melakukan pemeliharaan terhadap perangkat tersebut.
Berdasarkan data Dishub Kota Bogor, terdapat 79 halte BisKita Trans Pakuan. Sebanyak tujuh halte berada di Koridor 3 (K3) dan Koridor 4 (K4) yang hingga kini belum beroperasi, sedangkan 72 halte lainnya aktif melayani Koridor 1 (K1), Koridor 2 (K2), Koridor 5 (K5), dan Koridor 6 (K6).
“Karena kami lebih untuk perawatan dan pemeliharaan halte. Kalau penyedia (CCTV) biasanya memang Diskominfo, kami penerima manfaat saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mendorong pemasangan CCTV di halte-halte BisKita menyusul maraknya aksi vandalisme yang menyebabkan sejumlah fasilitas halte mengalami kerusakan.
Dengan dipasangnya CCTV, kata Jenal, diharapkan pelaku vandalisme maupun perusakan fasilitas halte dapat lebih mudah diidentifikasi sehingga dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku. Keberadaan CCTV nantinya juga diharapkan memberikan efek jera untuk mencegah terulangnya aksi serupa.
“Harus dipasang CCTV biar ketahuan dan nanti diberikan sanksi yang tegas. Kami minta Dishub untuk pengadaan CCTV nanti,” kata Jenal saat ditemui di Balai Kota Bogor, Kamis (16/7/2026) lalu.
Meski demikian, Jenal mengatakan realisasi pemasangan CCTV tetap bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Apabila anggaran memungkinkan, pengadaan CCTV akan segera dilakukan melalui dinas terkait.
Baca Juga:RAKERDA PAN Subang Dihadiri 500 Kader, Farah Puteri Nahlia: Tak hanya Mengejar Suara, Tapi Memperbesar ManfaatGolkar Cianjur Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRD
“Kalau pun anggaran tahun ini bisa memungkinkan, segera. Mudah-mudahan perubahan bisa kami anggarkan CCTV di tiap-tiap halte BisKita,” tuturnya.
