Penutupan Bundaran Pangdam Jatinangor Dikeluhkan, Ojol dan Pedagang Mengaku Omzet Turun Drastis

Pengendara Ojol ketika hendak memutar balikkan kendaraannya karena akses penghubung di bundaran Pangdam
Pengendara Ojol ketika hendak memutar balikkan kendaraannya karena akses penghubung di bundaran Pangdam Jatinangor, Kabupaten Sumedang dilakukan penutupan. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Tidak ada sosialisasi mengenai penutupan ini. Kami sebagai pedagang sangat terdampak karena warung jadi jauh lebih sepi,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mas Tri itu mengungkapkan bahwa omzet penjualannya mengalami penurunan cukup signifikan sejak bundaran ditutup.

“Biasanya jam segini, sekitar pukul 11.30 WIB, sudah mulai ramai orang makan siang. Tapi sekarang kondisinya masih sepi,” katanya.

Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat mencari solusi lain yang tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan tanpa harus menutup akses tersebut secara permanen.

“Menurut saya tidak perlu ditutup. Mungkin bisa disiapkan petugas yang berjaga di perempatan untuk mengatur lalu lintas,” pungkasnya.(bas)

0 Komentar