JABAR EKSPRES – Kinerja ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada April 2026 masih menghadapi tekanan akibat melemahnya ekspor timah. Namun di tengah penurunan tersebut, komoditas nontimah menunjukkan tren positif dan menjadi penopang baru perdagangan luar negeri daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat total nilai ekspor timah dan nontimah pada April 2026 mencapai 121,81 juta dolar AS. Angka ini turun 30,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 176,41 juta dolar AS.
Kepala BPS Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengatakan penurunan ekspor terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja komoditas timah yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor daerah.
Baca Juga:Terekam CCTV Saat Bobol Toko, Spesialis Pencuri di Sukaraja Tasikmalaya Akhirnya Dibekuk PolisiKing Kobra Masuk Garasi Rumah Warga di Parung Panjang, Damkar Turun Tangan
“Nilai ekspor timah selama April tahun ini 87,06 juta Dolar AS, atau terkontraksi 39,87 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu 144,77, juta Dolar AS,” kata Sugen dikutip dari ANTARA, Rabu (3/6).
Di sisi lain, ekspor komoditas nontimah justru mengalami pertumbuhan. Nilainya mencapai 34,75 juta dolar AS atau meningkat 9,82 persen dibandingkan April tahun lalu sebesar 31,64 juta dolar AS.
Meski kontribusi timah masih mendominasi, pertumbuhan sektor nontimah menunjukkan adanya peluang diversifikasi ekspor yang dapat mengurangi ketergantungan Bangka Belitung terhadap satu komoditas utama.
BPS mencatat pasar Asia masih menjadi tujuan utama ekspor timah Babel. Sepanjang Januari hingga April 2026, Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 49,40 persen dari total ekspor timah atau senilai 279,69 juta dolar AS.
“Selama Januari hingga April tahun ini, sebanyak 49,40 persen ekspor timah di kirim ke Tiongkok dengan nilai 279,69 juta Dolar AS, Korea Selatan 13,21 persen, India 9,38 persen, Singapura dan Belanda,” ujarnya,
Kelima negara tersebut menyerap 83,16 persen total ekspor timah Bangka Belitung ke pasar global.
Secara kumulatif, nilai ekspor timah Bangka Belitung selama Januari–April 2026 mencapai 470,82 juta dolar AS. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor ke lima negara tujuan utama tumbuh 27,86 persen.
Baca Juga:Sejumlah Pejabat Polres Tasikmalaya Berganti, Kompol Asep Muslihat Resmi Jabat WakapolresAkses Ekspor ke China Meluas, Industri Perikanan Indonesia Kian Percaya Diri Garap Pasar Global
Pertumbuhan positif tercatat pada pasar Korea Selatan dan India yang masing-masing naik 19,61 persen dan 22,80 persen. Sementara itu, ekspor ke Singapura dan Belanda mengalami kontraksi masing-masing sebesar 58,60 persen dan 10,25 persen.
