JPO Paledang akan Dibongkar, Dedie Sebut Diganti Zebra Cross dan Pelican Crossing untuk Dorong Kota yang Lebih

JPO Paledang akan Dibongkar, Dedie Sebut Diganti Zebra Cross dan Pelican Crossing untuk Dorong Kota yang Lebih
Zebra Cross di kawasan Stasiun Bogor dekat JPO Paledang, Bogor Tengah yang saat ini masih digunakan sebagai fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di kawasan Stasiun Bogor, Bogor Tengah, ditargetkan mulai dilakukan pada pertengahan Juni 2026.

Diketahui, JPO Paledang resmi ditutup pada Rabu (20/8/2025) lalu setelah dinyatakan tidak lagi layak digunakan berdasarkan hasil uji kelayakan konstruksi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI Nomor BM 0503-DO/689.

Setelah penutupan tersebut, Pemerintah Kota Bogor langsung menyediakan fasilitas penyeberangan sementara berupa zebra cross di lokasi sekitar JPO Paledang kawasan Stasiun Bogor yang mulai digunakan sejak 1 September 2025.

Baca Juga:Dedie Rachim: Jangan Semua Persoalan Kota Bogor Dibebankan ke Pemkot!Langganan Banjir Saat Hujan Deras, Pemkot Bogor Normalisasi Drainase di Jalan Padi

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, usai dilakukan pembongkaran JPO, fasilitas penyeberangan jalan di kawasan sekitar Stasiun Bogor ke depannya akan tetap menggunakan zebra cross yang nantinya ditambahkan pelican crossing (lampu pengatur penyeberangan pejalan kaki).

Dedie menyebut, penyediaan zebra cross dan pelican crossing tersebut merupakan salah satu langkah penataan kota menuju konsep kota modern yang lebih manusiawi, dengan menempatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas dalam sistem transportasi perkotaan.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan zebra cross disertai pelican crossing di kawasan tersebut ditujukan untuk memperkuat budaya saling menghormati antar pengguna jalan, dengan merujuk pada praktik di negara-negara maju yang lebih mengutamakan pejalan kaki dibandingkan pengendara.

“Negara-negara maju, negara yang sudah mendahulukan kepentingan manusia, mereka memberikan prioritas kepada penyeberang jalan. Orang baru menginjakkan kaki di aspal, mobil sudah ngerem. Itu yang mau kami coba terapkan,” kata Dedie di Kota Bogor, Selasa (2/6/2026).

Dedie menambahkan, dengan adanya zebra cross dan pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketertiban pengendara dalam memberi ruang bagi pejalan kaki.

Ia menyebut, hal tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem lalu lintas di kawasan perkotaan yang lebih beradab dan lebih manusiawi.

“Saya ingin warga Bogor itu semuanya punya hati nurani. Kalau ada yang nyebrang, apa salahnya sih? Cuma satu menit nyebrang, apa salahnya? Kasih lah. Nanti di sini sudah pakai lampu, sudah pakai rambu. Kita belajar lah, belajar bagaimana kota ini kota yang manusiawi. Ada kepentingan orang nyebrang, kasih,” katanya.

0 Komentar