JABAR EKSPRES – Kebakaran melanda sebuah gudang penimbunan barang bekas di Jalan Cibogo Lamping RT 04/01, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/5/2026) dini hari. Gudang milik warga bernama Maman Utu itu hangus terbakar dalam waktu singkat, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta.
Api pertama kali terlihat berkobar sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam hitungan menit, si jago merah langsung melahap seluruh bangunan seluas 280 meter persegi yang dipenuhi material mudah terbakar. Kondisi itu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan sejak awal.
Laporan kebakaran baru diterima petugas pemadam pada pukul 04.25 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi segera menuju lokasi kejadian.
Baca Juga:Sebulan Buron, Tersangka Tawuran Tewaskan Pelajar di Dramaga Bogor Dibekuk PolisiDiduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Atas Rakit Saat Jala Ikan di Situ Cikaret Cibinong
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Aep Mulyana mengatakan, petugas tiba di titik kejadian 12 menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 04.37 WIB.
“Penanganan dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan enam unit kendaraan operasional, terdiri dari empat unit mobil pemadam, satu unit kendaraan penyelamatan, dan satu unit mobil pancar dari Pos TKI, serta melibatkan 17 personel yang dikerahkan secara penuh,” kata Aep saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Aep menyebut, saat petugas tiba di lokasi, kondisi gudang sudah sangat parah. Seluruh bangunan beserta isiannya yang berupa rongsokan telah dilalap api hingga menyisakan puing-puing.
“Objek yang terbakar itu gudang rongsok seluas 280 meter persegi. Api membakar habis tumpukan barang bekas sehingga tidak ada bangunan maupun isi yang bisa diselamatkan,” sebutnya.
“Fokus utama kita melakukan pendinginan dan pengamanan agar api tidak merambat ke pemukiman warga yang letaknya cukup berdekatan,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu gangguan pada instalasi listrik atau konsleting arus listrik akibat kelalaian pemeliharaan maupun pemasangan yang tidak sesuai standar.
“Percikan api kecil tersebut kemudian dengan cepat menjalar ke tumpukan barang bekas yang sifatnya sangat mudah terbakar, sehingga memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan sejak awal,” ungkapnya.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Dorong Legalitas Pendidikan Pesantren, Agar Kelulusan Santri Diakui NegaraMomen Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional Lewat Kurban Bersama Masyarakat
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Satu orang yang berada di sekitar lokasi saat kejadian sempat dievakuasi dan dinyatakan selamat tanpa cedera.
