JABAR EKSPRES – Warga RW 11 Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, rela begadang hingga pagi demi menjaga sapi kurban bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disembelih pada Iduladha 2026.
Salah seorang panitia kurban, Haji Udi (56), mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sapi berbobot lebih dari satu ton itu tiba di lokasi pada Selasa (26/5/2026) sore.
Anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong datang untuk melihat langsung sapi bantuan Presiden tersebut.
Baca Juga:Viral Video Pemeriksaan Saksi di Rumah, Polres Bogor Tegaskan Tak Ada PemaksaanPGN Konsisten Bagi Dividen Jumbo, DPR 80 Persen Dipertahankan di Tengah Dinamika Energi
Ia mengaku wilayahnya baru pertama kali menerima sapi kurban langsung dari Presiden.
Sebelumnya, bantuan hewan kurban yang diterima masyarakat biasanya berasal dari tingkat kelurahan maupun kecamatan.
“Baru kali ini dapat langsung dari Presiden. Warga alhamdulillah senang dan antusias, langsung berbondong-bondong ingin melihat sapi bantuan Presiden itu,” kata Haji Udi saat ditemui di lokasi penyembelihan di Kayumanis, Kota Bogor, Rabu (27/5/2026).
Tak hanya itu, masyarakat sekitar juga sengaja berjaga semalaman untuk memastikan kondisi sapi tetap aman hingga waktu penyembelihan. Penjagaan dilakukan hingga sekitar pukul 05.30 WIB.
Haji Udi menyebut sekitar 20 orang dewasa berjaga sepanjang malam. Jika ditambah anak-anak dan remaja, jumlah warga yang berkumpul mencapai lebih dari 40 orang.
“Dari malam anak muda sampai yang tua kumpul di sini, gelar terpal dan begadang bersama. Takutnya sapi sakit atau terjadi apa-apa. Namanya hewan, kita enggak tahu, jadi dijaga penuh,” ucapnya.
Ukuran sapi yang besar hingga berbobot lebih dari satu ton membuat panitia untuk pertama kalinya mendatangkan jagal profesional khusus untuk proses penyembelihan.
Baca Juga:Tradisi Kurban Presiden Prabowo untuk Warga Babakan Madang, 108 Hewan Disalurkan Jelang Iduladha 1447 HJateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025
Haji Udi mengatakan, biasanya penyembelihan hewan kurban dilakukan langsung oleh warga sekitar.
Namun kali ini panitia memilih menggunakan jasa jagal profesional demi keamanan dan kualitas daging.
“Biasanya pakai warga sekitar. Tapi sekarang sengaja memanggil jagal profesional karena sapinya besar. Takut sapinya mengamuk atau kabur. Kalau tidak pakai jagal profesional, takut dagingnya juga rusak,” katanya.
Menurutnya, panitia sempat kesulitan mencari jagal karena hampir seluruh daerah melakukan penyembelihan hewan kurban pada waktu bersamaan.
Meski demikian, jagal profesional akhirnya berhasil didatangkan dari wilayah Kemang, Kabupaten Bogor.
