JABAR EKSPRES – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meninjau kondisi Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (24/5).
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi daerah aliran Sungai Citarum sekaligus memastikan upaya penanganan potensi banjir di wilayah Bandung Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS menemukan sedimentasi cukup tinggi di kawasan muara pertemuan Sungai Cikeruh, Sungai Citarik, dan Sungai Citarum. Menurutnya, kondisi pendangkalan sungai saat ini membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi.
Baca Juga:Bupati Bandung Prediksi Persib Menang 3-2, Pemkab Gelar Nobar di DomeBupati Bandung Kecam Penangkapan Warga Cicalengka oleh Israel, Minta Pemerintah Pusat Tempuh Diplomasi
KDS mengatakan, sedimentasi di kawasan tersebut sudah hampir sejajar dengan dataran di sekitarnya. Ia menyebutkan, secara keseluruhan sedimentasi di Sungai Citarum diperkirakan mencapai sekitar 10 juta meter kubik.
“Setelah kita lihat langsung di lapangan, sedimentasi tanah di kawasan ini sudah cukup tinggi dan hampir rata dengan dataran. Secara keseluruhan, di Sungai Citarum diperkirakan terdapat kurang lebih 10 juta meter kubik sedimentasi yang perlu segera dinormalisasi,” ujar KDS dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).
Ia menilai normalisasi Sungai Citarum menjadi langkah penting untuk mendukung efektivitas berbagai program pengendalian banjir, termasuk pembangunan danau maupun kolam retensi di kawasan Bandung Selatan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak akan berjalan optimal tanpa dibarengi penanganan sedimentasi sungai secara menyeluruh.
“Pembangunan danau atau kolam retensi tentu sangat penting, namun akan lebih optimal apabila diimbangi dengan normalisasi Sungai Citarum. Karena itu diperlukan penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.
KDS juga berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Kementerian Pekerjaan Umum dapat terus memperkuat penanganan Sungai Citarum melalui langkah strategis dan kolaboratif.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian Sungai Citarum sekaligus mengurangi risiko banjir di Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Bupati Bandung Usulkan Calistung Masuk Kurikulum SDBupati Bandung Lepas Kloter Terakhir, 141 Jemaah Haji Lansia dan Perempuan Berangkat ke Tanah Suci
“Pemkab Bandung terus berkomitmen mendukung program penataan dan revitalisasi Sungai Citarum demi keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Selain penanganan infrastruktur, KDS juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar guna mendukung kelestarian ekosistem daerah aliran sungai.
