JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam tindakan militer Israel yang diduga menangkap warga Kabupaten Bandung, Thoudy Badai Rifanbillah, saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza melalui jalur laut.
Thoudy Badai Rifanbillah, jurnalis Republika asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, diketahui berada dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) yang dicegat tentara Israel di perairan internasional, Mediterania Timur, pada Senin (18/5).
Dadang Supriatna mengaku telah menerima informasi mengenai penangkapan tersebut dari sejumlah pemberitaan media. Atas kejadian itu, ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung sangat prihatin.
Baca Juga:IKA Jurnalistik UIN Bandung Kecam Penangkapan Thoudy Badai oleh Israel, Desak Pemerintah Tempuh DiplomasiIbu Jurnalis Republika Asal Cicalengka Berharap Diplomasi Pemerintah Usai Putranya Diduga Ditahan Israel
“Ya, atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, sangat prihatin dan juga mengecam kepada IDF, atau zionis Israel yang menangkap salah seorang warga Kabupaten Bandung yang sedang melaksanakan kegiatan kemanusiaan menuju Gaza,” ujar Dadang dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Pemkab Bandung juga telah mengambil langkah awal dengan meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mendatangi keluarga Thoudy di Cicalengka.
“Saya sudah perintahkan kepada Kesbangpol untuk berkunjung ke rumah saudara kita Thoudy Badai Rifanbillah, orang Cicalengka, asli orang Kabupaten Bandung,” katanya.
Selain itu, Dadang turut mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk mendoakan keselamatan Thoudy dan para relawan lainnya agar segera dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
“Saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung untuk ikut mendoakan, semoga saudara kita yang saat ini sedang ditangkap tanpa kejelasan ini bisa dikembalikan lagi ke negara Indonesia, terutama di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, untuk membantu proses pemulangan warga Kabupaten Bandung yang kini berada dalam situasi tersebut melalui jalur diplomasi internasional.
“Dan juga saya mengusulkan kepada pemerintah pusat, Pak Presiden, untuk tentunya bisa membantu warga kami untuk bisa kembali lagi kepada kegiatan yang semestinya,” tutur Dadang.
Baca Juga:
Diketahui, berdasarkan data Global Sumud Flotilla, terdapat sejumlah WNI yang diduga ditahan dalam insiden tersebut, diantaranya Thoudy Badai Rifanbillah, Rahendro Herubowo, Bambang Noroyono, Andre Prasetyo Nugroho, dan Andi Angga. Mereka berada di beberapa kapal misi kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza.
