JABAR EKSPRES – Perayaan Persib Bandung yang berhasil kembali meraih posisi juara pada laga BRI Super League, menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat di Provinsi Jawa Barat.
Seperti Muhammad Giansyah Komarudin (26), warga Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari. Euforia Persib Bandung Juara, selalu menjadi momentum yang dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.
Melalui pantauan Jabar Ekspres, halaman rumah Giansyah dijadikan lapak parkir dadakan. Meski lahannya terlihat terbatas, namun tak jadi halangan untuk memanfaatkan momentum menambah penghasilan.
Baca Juga:Ribuan Bobotoh Mulai Padati Dusun Ciluluk Sumedang, Ramaikan Syukuran Persib Hattrick Juara Yang Tak Terlihat di Balik Hattrick Persib: Saat Fondasi Menjadi Pembeda di Era Dominasi Maung Bandung
“Keluar masuk motor bisa 50 unit bahkan lebih,” katanya kepada Jabar Ekspres pada Senin (25/5/2026).
Giansyah atau akrab disapa Gian menerangkan, Bobotoh yang menitipkan kendaraan di halaman rumahnya tak hanya warga Tanjungsari saja, tapi dari berbagai wilayah seperti Jatinangor dan daerah tetangga lain.
Adapun untuk tarif parkir, diakui tak dipaksakan harus di angka Rp5 atau Rp3 ribu per kendaraan, namun mengingat ini momentum jadi karcis atau tiket diberikan tulisan agar warga mempunyai patokan bayar jasa penitipan.
“Tarif kita kasih tulisan di tiket Rp5 ribu karena momentum, tapi pas ada warga yang kasih Rp2 ribu kita tetap terima, gak maksa harus Rp5 ribu,” terangnya.
Gian menjelaskan, tahun lalu ketika Persib Juara pun, halaman rumahnya sengaja dijadikan lapak parkir dadakan. Selain memberikan kemudahan bagi warga, juga supaya mereka nyaman menikmati pesta perayaan, sebab kendaraan dipastikan aman.
“Tahun lalu juga kita buka jasa penitipan kendaraan motor, karena keterbatasan lahan dan ini depan rumah kita, jadi keamanan Insyaallah terjaga,” jelasnya.
Terlihat, sejumlah warga mengenakan kaos Persib berdatangan satu per satu, menitipkan kendaraan di halaman rumah Gian.
Baca Juga:Tasyakuran Persib Juara, Ratusan Warga di Tasikmalaya Bersihkan Lapangan TerbengkalaiPesan Komisaris dan CEO Pasca Persib Juara, Pemain dan Pelatih Dipertahankan?
Sistem pembayaran jasa penitipan kendaraan langsung dilakukan ketika datang, agar ketika bubaran tidak menghambat dan warga dapat pulang secara kondusif.
“Selain kita yang diam berjaga lapak parkirnya, kita pakai juga tiket supaya lebih jelas dan aman ketika warga yang nitip mau bawa motor,” pungkas Gian. (Bas)
