JABAR EKSPRES – Pemandangan berbeda terlihat di Stadion Olahraga Rakyat (SOR) Kaliki, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu pagi (24/5/2026). Stadion yang selama bertahun-tahun minim aktivitas dan dipenuhi semak belukar itu mendadak ramai oleh ratusan warga yang datang membawa sabit, mesin potong rumput, hingga gerobak sampah.
Mereka bukan datang untuk melakukan konvoi kemenangan, melainkan turun langsung membersihkan lapangan sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan Persib Bandung mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026, sekaligus mencetak hattrick juara atau tiga gelar beruntun.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari KONI Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, mahasiswa, TNI-Polri, Banser, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar.
Baca Juga:Satu Jemaah Haji Asal Cikalong Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci240 Siswa SMA Al Ma’soem dan 91 Santri PSAM Resmi Dilepas, Sejumlah Lulusan Tembus Kampus Luar Negeri
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Eri Purwantu, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa. Menurutnya, ada semangat besar untuk menghidupkan kembali SOR Kaliki agar dapat kembali difungsikan sebagai pusat aktivitas olahraga.
“Ini bukan hanya soal bersih-bersih. Kami ingin SOR Kaliki kembali berfungsi sebagai tempat latihan olahraga. Sekaligus bentuk syukur atas prestasi Persib. Mudah-mudahan semangat juaranya bisa menular ke tim sepakbola Tasikmalaya yang akan berlaga di Porprov,” ujar Eri di sela kegiatan.
Kondisi SOR Kaliki memang memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir. Rumput liar tumbuh tinggi menutupi sebagian lapangan, sementara sejumlah fasilitas olahraga nyaris tak terurus. Kondisi tersebut membuat atlet sepakbola Kabupaten Tasikmalaya kesulitan mendapatkan tempat latihan yang layak.
Padahal, tahun ini menjadi momen bersejarah bagi sepakbola Tasikmalaya setelah berhasil lolos ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat usai penantian panjang selama 33 tahun.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, menilai pembenahan lapangan menjadi kebutuhan mendesak demi mendukung persiapan atlet menghadapi kompetisi.
“Ini fasilitas milik pemerintah yang harus dimanfaatkan. Setelah sekian lama tidak punya tempat latihan representatif, akhirnya lapangan ini kita rapikan bersama. Apalagi sepakbola Tasikmalaya sekarang lolos Porprov, jadi harus ada tempat untuk berlatih,” katanya.
Menurut Nana, euforia kemenangan Persib kali ini sengaja dirayakan dengan cara berbeda. Jika di banyak daerah para bobotoh turun ke jalan melakukan konvoi, di Tasikmalaya perayaan diwujudkan melalui aksi sosial yang lebih bermanfaat.
