JABAR EKSPRES – Banjir kembali merendam Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Senin (25/5/2026) akibat hujan deras selama dua hari terakhir hingga membuat aktivitas warga terganggu.
Sejumlah pengendara dan warga terpaksa mencari jalan alternatif untuk menghindari genangan yang masih menutup akses utama kawasan tersebut.
Genangan terlihat di Jalan Raya Dayeuhkolot tepatnya di depan Pasar Dayeuhkolot dengan tinggi air di lokasi berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter, menyebabkan arus kendaraan melambat dan sebagian pengendara memilih memutar arah.
Baca Juga:Warga Bantaran Cisadane di Panaragan Bogor Bangun EWS Swadaya untuk Antisipasi BanjirBanjir Kembali Rendam Taman Sari Persada Bogor, Warga Dorong Penambahan Kolam Retensi di Hulu
Salah seorang warga, Ramdan, mengaku harus mencari jalur alternatif karena kondisi jalan utama sulit dilalui, terutama untuk kendaraan roda dua.
“Sudah dua hari banjir lagi di jalan Dayeuhkolot. Kalau lewat sini motor sering mogok jadi lebih pilih muter lewat jalan dalam meski lebih jauh,” ujar Ramdan.
Menurutnya, banjir di jalur utama Dayeuhkolot kerap menimbulkan kemacetan panjang saat jam kerja maupun sore hari ketika warga pulang beraktivitas.
“Kalau air naik kendaraan jadi pelan semua, macetnya panjang. Banyak juga yang akhirnya cari jalan alternatif,” katanya.
Sementara itu, Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan banjir dipicu luapan Sungai Citarum, Cipalasari, dan Cigede setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Selatan sejak Sabtu (23/5).
“Air mulai naik sejak Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras dan luapan sungai,” kata Asep.
Selain merendam jalan raya, banjir juga menggenangi sejumlah permukiman warga di Desa Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter di beberapa titik.
Baca Juga:KDS Genjot Penanganan Banjir dan Sampah, Pemkab Bandung Libatkan Semua Pihak Lewat Strategi PentahelixKBB Kebanjiran Wisatawan saat Libur Panjang Isa Almasih 2026
Asep menyebut pihak kecamatan bersama pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan relawan terus melakukan pemantauan serta koordinasi penanganan banjir di lapangan.
“Petugas terus melakukan kontrol lokasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan banjir,” ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 11 kepala keluarga atau 27 jiwa tercatat mengungsi di shelter Desa Dayeuhkolot akibat rumah mereka terdampak banjir.
