Keluarga Thoudy Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak, Kini Menanti Kepulangan dari Turki

Keluarga Thoudy Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak, Kini Menanti Kepulangan dari Turki
Ibu Thoudy Badai Lega Setelah Video Call, Sebut Kondisi Putranya Sehat usai Dibebaskan. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keluarga jurnalis foto Republika, Thoudy Badai Rifanbillah, menyampaikan rasa syukur setelah Thoudy dipastikan berada di Turki usai sempat ditahan otoritas militer Israel saat menjalankan peliputan misi kemanusiaan bersama armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Ibu Thoudy, Hani Hanifa Humanisa, mengatakan saat ini putranya bersama delegasi lain tengah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.

“Kami dari pihak keluarga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan, mulai dari Republika, GSF, organisasi pers, pemerintah, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan,” ujar Hany saat ditemui di kediamannya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin, Ekspor Nonmigas ke Meksiko Terus DiperkuatFokus Tekan Risiko Kecelakaan KA, Prabowo Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Perlintasan dan Flyover

Ia menilai langkah pendampingan dan diplomasi yang dilakukan sejak awal penahanan sangat membantu menenangkan keluarga di rumah.

Menurutnya, keluarga memahami seluruh prosedur administrasi dan pemeriksaan medis yang kini dijalani di Turki merupakan bagian penting dari perlindungan hukum dan pemulihan kondisi para relawan maupun jurnalis pasca-insiden di perairan internasional.

“Kami sangat memaklumi proses yang sedang berjalan. Semoga semua tahapan birokrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar sehingga Thoudy dan delegasi Indonesia lainnya bisa segera pulang dengan selamat ke tanah air,” katanya.

Hani juga menegaskan keberangkatan Thoudy ke wilayah konflik merupakan bagian dari tugas profesional sebagai jurnalis. Menurutnya, jurnalisme di daerah konflik memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta kemanusiaan kepada dunia internasional.

“Kami justru merasa terinspirasi melihat keberanian Thoudy dan relawan dari berbagai negara yang terlibat dalam misi ini. Solidaritas global seperti ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan melampaui batas negara dan geografis,” tuturnya.

Ia menambahkan kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Gaza merupakan panggilan moral universal yang tidak dapat dipisahkan dari rasa kemanusiaan.

Meski kini diliputi rasa lega atas kabar pembebasan Thoudy, keluarga mengaku tetap menyimpan keprihatinan mendalam karena situasi kemanusiaan di Gaza masih berlangsung hingga saat ini.

Baca Juga:Dapur MBG di Tamansari Bogor Kebakaran, Diduga Dipicu Kebocoran Gas Saat Ganti TabungBahlil Pastikan Ekspor Gas Aman di 2026, Industri Tak Perlu Khawatir

Terkait kemungkinan langkah hukum internasional maupun tindak lanjut atas insiden penahanan tersebut, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan media tempat Thoudy bekerja, organisasi profesi jurnalis, serta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri.

0 Komentar