Wacana Sekolah Maung di Bandung Dinilai Perlu Kajian Mendalam

Masih Dimatangkan, Sekolah Maung Mulai Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026?
Ilustrasi Sekolah Maung yang akan mulai menerima siswa tahun ajaran baru 2026/2027. Dok. Suwitno/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wacana pembentukan Sekolah Maung di Kota Bandung mulai memantik perhatian berbagai kalangan.

Gagasan yang disebut berorientasi pada pembentukan karakter dan penguatan kedisiplinan generasi muda itu dinilai memerlukan kajian matang agar implementasinya berjalan efektif dan tidak berhenti sebatas konsep.

CEO Martasandy Grup sekaligus Majelis Pakar DKLPT, Billy Martasandy, menilai setiap inovasi di sektor pendidikan yang bertujuan membangun kepemimpinan, karakter, dan kedisiplinan anak muda layak mendapat apresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan konsep baru di dunia pendidikan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Baca Juga:SMAN 5 Bandung Tegaskan Kesiapan SPMB Sekolah Maung, Ada Syarat Minimal IQ 130!41 Sekolah Maung Dibuka, Siswa Bisa Daftar Lintas Wilayah

Menurut Billy, keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nama atau pendekatan yang digunakan, tetapi juga kesiapan sistem pendukung, mulai dari kurikulum, tenaga pendidik, hingga ukuran keberhasilan yang jelas.

“Setiap inovasi pendidikan tentu perlu diapresiasi. Tetapi implementasinya harus benar-benar dipersiapkan agar manfaatnya dapat dirasakan peserta didik secara optimal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/26).

Ia menilai Kota Bandung sebagai wilayah perkotaan dengan karakter masyarakat yang beragam membutuhkan formulasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Penguatan karakter, disiplin, kreativitas, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dinilai harus berjalan seimbang.

Billy juga menyoroti pentingnya arah dan tujuan yang jelas dalam konsep Sekolah Maung apabila nantinya diterapkan sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda.

“Harus ada tujuan yang jelas. Apa yang ingin dibangun dari peserta didik, bagaimana metodenya, dan seperti apa ukuran keberhasilannya,” katanya.

Dalam wacana yang berkembang, terdapat sejumlah persyaratan bagi peserta didik yang akan mengikuti program tersebut. Pada Jalur Prestasi Akademik, calon peserta diwajibkan memiliki nilai rata-rata rapor semester 1 hingga 5 minimal 80, serta melampirkan piagam kejuaraan atau sertifikat pendukung.

Sementara untuk persyaratan domisili, peserta diwajibkan telah menetap di kota atau kabupaten di wilayah Jawa Barat minimal satu tahun yang dibuktikan melalui kesesuaian data pada Kartu Keluarga.

Baca Juga:Hampir 1 Dekade Pimpin Puskesmas Cisarua, Kepala Pusat Jadi Sorotan Usai Viral Polemik PelayananPeternakan di Cariu Bogor Ludes Terbakar, 60 Ribu Ayam dan 8 Domba Ikut Terpanggang dengan Kerugian 6,5 Miliar

Kemudian pada Jalur Prestasi Nilai Rapor, peserta diwajibkan memiliki nilai rata-rata seluruh mata pelajaran minimal 80.

Adapun untuk Jalur CIBI (Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa), calon peserta harus memiliki tingkat kecerdasan atau IQ minimal 130, kreativitas tinggi, serta komitmen kuat terhadap tugas.

0 Komentar