JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) terus berupaya mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terpuruk, sektor pajak daerah menjadi salah satu andalan utama untuk menopang pembiayaan pembangunan dan operasional pemerintahan.
Kepala Bidang Pendapatan BPKPD Kota Banjar, Teny Heru Siswanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi jemput bola dengan melakukan sosialisasi masif kepada seluruh wajib pajak. Prioritasnya menyasar pada sektor yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap secara maksimal.
“Kami terus bergerak. Kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja, sehingga kita perlu memaksimalkan pendapatan dari sisi pajak daerah. Sosialisasi yang masif adalah kunci untuk mengintensifkan kesadaran pajak,” ujar Teni Heru Siswanto, belum lama ini.
Baca Juga:Genjot PADes, Pemdes Sinartanjung-Banjar Sewakan Mobil Maskara Rp225 Ribu per Hari untuk Dapur MBGTingkatkan PAD, Dishub Kota Banjar Perkuat Sistem dan Sinergi dengan Juru Parkir
“Yang utama adalah menyadarkan bahwa pajak ini untuk pembangunan Kota Banjar sendiri, seperti perbaikan jalan, fasilitas umum, dan bantuan sosial,” katanya menambahkan.
Upaya ini dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan untuk tahun 2026. Berdasarkan dokumen Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2026, target total PAD Kota Banjar ditetapkan sebesar Rp184,20 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 3,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari target total tersebut, sektor pajak daerah berkontribusi signifikan dengan angka yang dipatok mencapai Rp41.287.529.312 atau setara Rp41,29 miliar.
Sementara itu, untuk komoditas spesifik seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pemerintah Kota Banjar membidik penerimaan sebesar Rp9,4 miliar. Pengelolaan PBB-P2 ini juga akan didistribusikan secara langsung melalui BPKPD.
“Target PBB-P2 Rp9,4 miliar itu tidak kecil. Kami akan mengoptimalkan validasi data objek pajak dan memanfaatkan kemudahan pembayaran online agar masyarakat tidak perlu datang ke kantor,” jelas Teni.
Dengan tekanan fiskal yang masih berlangsung, pihaknya berharap para pelaku usaha menjadi garda terdepan dalam memulihkan ekonomi daerah. Teni mengajak seluruh masyarakat Kota Banjar untuk melaporkan potensi pajak baru dan tidak menunda kewajiban membayar.
“Bayar pajak tepat waktu adalah bentuk cinta kita pada Kota Banjar. Dengan PAD yang kuat, kita bisa lepas dari ketergantungan dana pusat dan lebih mandiri,” pungkasnya. (CEP)
