Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Ekspor?

Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Ekspor?
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mengumumkan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Baru yang secara khusus diperuntukkan menangani ekspor.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Rohan Hafas menyampaikan bahwa, pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusu ekspor itu, merupakan respons atas mandat Presiden Prabowo untuk menengahi ekspor komoditas strategis Indonesia ke pasar internasional.

Secara struktural, PT DSI akan berada langsung di bawah Danantara, yang dinilai memiliki modal dan kapasitas besar untuk menjalankan amanat memperkuat tata kelola ekspor.

Baca Juga:Temuan Ulat dalam Menu MBG di Bojonggambir-Tasikmalaya, Potret Standar Dapur Masih BermasalahAnggaran MBG 2026 Dipangkas jadi Rp268 Triliun?

“Ini (PT DSI) kan langsung di bawah Danantara. Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara,” ujarnya, dikutip Kamis (21/5/2026).

Rohan menegaskan bahwa model ini relevan karena Danantara dapat memastikan pengelolaan ekspor yang transparan dan efisien.

Ia juga menyebut tujuan utama PT DSI adalah mengawasi transaksi ekspor komoditas strategis, termasuk minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), serta menekan praktik under-invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa.

Kemudian, strategi operasional PT DSI dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, dari Juni hingga Desember 2026, PT DSI berperan sebagai penilai dan perantara antara eksportir dan pembeli internasional.

Tahap kedua, mulai Januari 2027, DSI beralih menjadi perusahaan trader, membeli langsung dari eksportir, memegang barang, dan menanggung risiko jual beli sebelum menyalurkan komoditas ke pasar global.

Adapun pendapatan dari ekspor akan diterima dalam mata uang asing dan sepenuhnya kembali ke Indonesia, sesuai praktik terbaik perdagangan internasional.

Meski rencana ini terdengar progresif, sejumlah pengamat ekonomi menekankan bahwa pembentukan BUMN khusus ekspor bukan solusi tunggal.

Baca Juga:Menkeu Optimis Rupiah Menguat, Sebut Ini Alasannya!Cegah Jeratan Bank Emok, Pemkab Tasikmalaya Bakal Launching Program Pinjaman Tanpa Bunga

Tata kelola ekspor yang lebih transparan juga membutuhkan sistem pengawasan independen, digitalisasi data transaksi, dan regulasi yang jelas untuk mencegah potensi konflik kepentingan atau penyalahgunaan wewenang.

Dengan kata lain, pembentukan PT DSI oleh Danantara bisa menjadi lompatan besar bagi Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ekspor komoditas strategis.

Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada implementasi mekanisme transparansi dan pengawasan yang ketat. Jika berhasil, BUMN baru ini tidak hanya menjadi pengelola ekspor, tetapi juga simbol tata kelola ekspor yang modern dan akuntabel.

0 Komentar