Menkeu Optimis Rupiah Menguat, Sebut Ini Alasannya!

Menkeu Optimis Rupiah Menguat, Sebut Ini Alasannya!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimis rupiah kembali menguat. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku optimis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menguat dalam beberapa waktu.

Disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, Purbaya menyebut bahwa kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan segera membaik lantaran dipengaruhi sejumlah faktor.

“Rupiah tidak akan bertahan di level yang (rendah) ini untuk terlalu lama,” ujarnya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:Cegah Jeratan Bank Emok, Pemkab Tasikmalaya Bakal Launching Program Pinjaman Tanpa BungaDiduga Ada Ulat, Video Sajian MBG di Bojonggambir Tasikmalaya Viral di Media Sosial

Bukan tanpa alasan, kata dia, pihaknya menyampaikan hal itu setelah melihat adanya aliran dana asing yang mulai masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh pihaknya, yakni melalui pembelian obligasi di pasar sekunder.

“Kan tadi kita sudah melihat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan? Dana mulai masuk ke sini, dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” lanjutnya.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 38 poin atau 0,22 persen jadi Rp17.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.668 per dolar AS.

Menkeu mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi sejak pekan lalu untuk meredam tekanan dan menjaga kepercayaan investor. Langkah tersebut, menurut dia, mulai berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.

Purbaya menjelaskan investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi, baik di pasar sekunder maupun primer. Di pasar sekunder, dana asing tercatat masuk sekitar Rp500 miliar, sedangkan di pasar primer berkisar Rp1,68 triliun.

Baca Juga:Peduli Sesama, Serdik Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Polres TasikmalayaImpor dari China, CNG Bakal Gantikan LPG 3 Kg?

Ia menilai masuknya dana asing tersebut menjadi sinyal awal pemulihan kepercayaan investor terhadap pasar surat utang Indonesia.

“Jadi, tindakan kita menjaga stabilitas pasar obligasi itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap obligasi kita, mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan ya harusnya,” tambahnya.

Bendahara negara terus memantau perkembangan aliran dana asing ke pasar obligasi. Ia mengaku rutin berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto untuk mengetahui pergerakan dana yang masuk.

0 Komentar