Pengerukan Lahan di Gunung Gembok Jadi Polemik, Aparat Selama Ini Tutup Mata?

Aktivitas galian C di wilayah Gunung Gembook Kota Banjar. (dok/Jabar Ekspres)
Aktivitas galian C di wilayah Gunung Gembook Kota Banjar. (dok/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Izin ke kami hanya pematangan lahan terkait pembangunan Perum Griya Asri 1. Adapun terkait dengan aktivitas itu, kewenangannya bukan di pemerintah desa. Rekan-rekan semua pun tahu bahwa itu ranahnya bukan di kami,” jelas Asep dengan tegas.

Mengenai dampak lingkungan yang mulai dirasakan warga, Asep memaparkan bahwa keluhan utama bukanlah banjir genangan, melainkan aliran air hujan yang membawa material lumpur ke pemukiman warga, khususnya di wilayah RT 5, RW 01, Dusun Pananjung Barat. Lumpur tersebut mengendap di pekarangan dan jalan kampung, menyisakan kekhawatiran tersendiri jika hujan deras ekstrem kembali melanda kawasan tersebut.

Namun, pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pengembang dan pihak pengembang telah menyiapkan serta membuka kembali kantong-kantong lumpur terbaru di atas lahan.

Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur

Untuk meminimalkan dampak sosial, Pemerintah Desa Sinar Tanjung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang meliputi Camat, Kapolsek, dan Danramil telah menggelar rapat koordinasi.

Hasilnya, disepakati bahwa masyarakat setempat, terutama para pengrajin bata merah, akan dilibatkan secara dominan dalam proyek pembangunan tersebut. Di sisi lain, kunjungan kerja itu juga menyoroti perubahan lanskap lokal yang perlahan mengikis identitas kawasan bersejarah.

“Tadi dipesan jangan sampai identitas Gunung Gembok hilang. Tapi kenyataannya sekarang Gunung Gembok-nya sudah mulai tidak ada, berganti menjadi wilayah Perum Griya Asri 1,” pungkas Kepala Desa Sinar Tanjung, Asep Hendra Sugiharto. (CEP)

0 Komentar