Diduga Ada Ulat, Video Sajian MBG di Bojonggambir Tasikmalaya Viral di Media Sosial

Diduga Ada Ulat, Video Sajian MBG di Bojonggambir Tasikmalaya Viral di Media Sosial
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah beredar video temuan ulat dalam hidangan sayuran yang diduga disajikan kepada penerima manfaat di wilayah Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).

Dalam video yang beredar di masyarakat, hidangan MBG terdiri dari nasi, telur ceplok, tempe goreng, sayuran dan tiga butir buah anggur. Namun saat kamera menyorot sayur buncis dan jagung semi atau putren, terlihat jelas ada ulat yang menempel di putren tersebut.

Kejadian tersebut memicu kekhawatiran warga terkait kualitas serta higienitas pengelolaan makanan program MBG, khususnya di wilayah pelosok.

Baca Juga:1.738 SPPG Ditangguhkan per 12 Mei 2026 untuk Perbaiki Kualitas MBGSempat Keracunan Massal, MBG di Kabupaten Tasik Turunkan Stunting dari 17 Persen Jadi 14 Persen

Seorang warga yang juga meruapakan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah, menyayangkan adanya dugaan kelalaian dalam penyajian makanan program pemerintah tersebut. Menurutnya, kasus serupa bukan kali pertama terjadi.

“Kali ini (kejadian) ada di daerah pelosok yakni di salah satu sekolah di Bojongkapol, Bojonggambir. Kejadian sangat memprihatinkan dimana sajian MBG ada ulatnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada,” ujar Roni, Selasa.

Roni menilai pengelolaan dapur MBG tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, terlebih program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas di masa mendatang.

“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok terus pengelolaannya sembarangan. Masakan tidak higienis. Ini kejadian bukan pertama, tapi memang tidak terekspos. Saya sangat menyayangkan kejadian ini,” katanya lagi.

Ia menegaskan, pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran besar untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, sehingga pelaksana di tingkat bawah harus menjalankan program dengan penuh tanggung jawab.

Roni juga mendesak aparat penegak hukum dam pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan kelalaian tersebut.

“Kami meminta mumpung ada instruksi presiden, minta polisi untuk segera memeriksa kejadian ini. Mulai di Tasikmalaya untuk melakukan penegakan hukum. Ini momentum membuktikan bahwa dapur MBG tidak kebal hukum,” ucapnya.

Baca Juga:Usai Viral Paket MBG Bau, SPPG Citeureup Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi TotalViral MBG Bau di Dayeuhkolot, Camat: Sebagian Makanan Diduga Basi, SPPG Disetop Sementara

Sementara itu, Kapolsek Bojonggambir Agus Sukmana membenarkan adanya video yang beredar. Ia memastikan kepolisian akan menelusuri lebih lanjut informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya ulat dalam hidangan MBG tersebut.

0 Komentar