JABAR EKSPRES – Semangat kepedulian terhadap masyarakat ditunjukkan peserta didik (Serdik) Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun 2026 Pokjar 1 melalui kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan bertajuk “Peduli Sesama, Wujud Nyata Pengabdian untuk Sesama” yang digelar di Gedung Pertemuan Warga Polres Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026)
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama. Hadir langsung dalam kegiatan itu Brigjen Pol Victor Togi Tambunan selaku Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Kasespimma) Sespim Lemdiklat Polri serta Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopati Al Ayubi, serta perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Kapolres Tasikmalaya menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui himbauan atau pendekatan formal semata, namun juga lewat kegiatan humanis yang menyentuh langsung masyarakat.
Baca Juga:Impor dari China, CNG Bakal Gantikan LPG 3 Kg?Rupiah Makin Anjlok, BI Batasi Pembelian Maksimal 25.000 Dolar AS Mulai Juni 2026
“Melalui kegiatan bakti sosial seperti ini, anggota Polri diajak hadir di tengah masyarakat dan merasakan langsung kebutuhan warga. Senyum anak yatim menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, panitia menyalurkan sebanyak 200 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu serta 100 paket perlengkapan sekolah untuk anak yatim. Selain itu, digelar pula aksi donor darah yang bekerjasama dengan Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tasikmalaya yang ditargetkan mampu menghimpun ratusan kantong darah guna membantu kebutuhan stok darah bagi masyarakat.
Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Victor Togi Tambunan menegaskan bahwa bakti sosial bagi para Serdik Sespimma bukan sekadar kegiatan amal, melainkan bagian penting dari kurikulum pendidikan dan penilaian kompetensi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta empati sosial para perwira Polri dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.
Penilaian tersebut melihat bagaimana seorang perwira mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat, memecahkan persoalan di lapangan, sekaligus mengimplementasikan semangat Polri Presisi dan nilai-nilai Tribrata di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan. (Hendi)
