JABAR EKSPRES – Penantian panjang Arsenal untuk kembali mengangkat trofi Liga Inggris akhirnya berakhir. Setelah 22 tahun tanpa gelar Premier League sejak era kejayaan Arsène Wenger pada 2004, The Gunners sukses merebut kembali takhta sepak bola Inggris di bawah komando Mikel Arteta.
Kesuksesan ini terasa semakin spesial karena Arteta sendiri tidak pernah merasakan gelar Liga Inggris saat masih menjadi pemain Arsenal pada periode 2011 hingga 2016. Kini, justru dirinya menjadi sosok utama di balik kebangkitan klub asal London Utara tersebut.
Musim ini Arsenal tampil sebagai salah satu tim paling dominan, bukan hanya di Inggris tetapi juga di Eropa. Arteta berhasil membangun tim dengan keseimbangan permainan yang nyaris sempurna.
Baca Juga:Kai Havertz Bawa Arsenal Dekati Trofi Liga Inggris Pertama sejak 2004Tabel KUR BRI 2026 Lengkap, Pinjaman Rp50 Juta Bisa Dicicil hingga 60 Bulan
Salah satu faktor terbesar keberhasilan Arsenal adalah kokohnya lini pertahanan. Barisan belakang The Gunners menjelma menjadi salah satu unit pertahanan terbaik musim ini. Lawan kerap kesulitan menciptakan peluang bersih karena organisasi bertahan Arsenal berjalan sangat disiplin.
Selain itu, Arsenal juga sangat mematikan dalam situasi bola mati, terutama sepak pojok. Efektivitas mereka dalam memanfaatkan set piece menjadi salah satu yang terbaik di Premier League bahkan Eropa.
Kedalaman skuad turut menjadi senjata penting bagi Arteta. Perbedaan kualitas antara pemain inti dan cadangan tidak terlalu jauh sehingga Arsenal tetap tampil kompetitif meski diterpa badai cedera atau rotasi jadwal padat.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari strategi transfer yang sangat terukur. Arsenal tidak jorjoran di bursa transfer meski memiliki kekuatan finansial besar. Mereka memilih pemain berdasarkan kebutuhan teknis, fisik, dan mental.
Pada musim panas lalu, Arsenal mengeluarkan sekitar 267 juta poundsterling untuk mendatangkan delapan pemain baru. Rekrutan seperti Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, Cristhian Mosquera, Noni Madueke, hingga Christian Norgaard memberikan kontribusi signifikan terhadap performa tim musim ini.
Namun fondasi kekuatan Arsenal sebenarnya sudah dibangun sejak beberapa musim sebelumnya. Dua nama yang sangat menonjol adalah David Raya dan Declan Rice.
Raya tampil luar biasa di bawah mistar dengan sederet penyelamatan krusial yang berkali-kali menyelamatkan Arsenal dari kebobolan. Penjaga gawang asal Spanyol itu sudah mencatatkan 18 clean sheet musim ini.
