JABAR EKSPRES – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan jalur Alternatif Batutilis yakni di Jalan Sekip arah Kelurahan Lawanggintung menuju Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan akan diaspal ulang oleh Pemerintah Kota Bogor setelah kondisi jalan dikeluhkan licin dan membahayakan pengguna jalan.
Jalur alternatif tersebut saat ini menjadi salah satu akses masyarakat setelah Jalan Saleh Danasasmita Batutulis ditutup akibat retakan karena longsor pada Januari 2026 lalu.
Adapun jalur alternatif tersebut berada di kawasan gang dan permukiman dengan kondisi jalan yang sempit dan curam, serta hanya dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian. Jalur ini juga dijaga oleh warga setempat, dengan jam operasional dibuka pukul 05.00 WIB dan ditutup pukul 21.00 WIB.
Baca Juga:Jateng Dinilai Paling Siap dalam Mendukung Program 3 Juta RumahDigitalisasi Arsip Jadi Tantangan Serius, FISIP Unpas Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan Paperless
Jenal menyebut, jalur alternatif tersebut sebelumnya sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat sekitar agar bisa dilalui kendaraan dengan nyaman.
Namun, kondisi jalan yang masih terasa licin, permukaan aspal yang belum rata, hingga beberapa titik yang kembali amblas membuat warga meminta adanya pengaspalan ulang dari pemerintah.
Ia pun mengatakan, pengaspalan ulang akan langsung dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor menggunakan anggaran pemeliharaan jalan.
“Insyaallah besok diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan. Ini kan permintaan masyarakat dan itu digunakan. Ditutup oleh masyarakat, dibuka oleh masyarakat. Kami tanya kenapa jalan sempat ditutup, ‘Kami minta diaspal dulu Pak’, ya udah kami aspal, enggak apa-apa, toh ada anggaran pemeliharaan dari dinas,” katanya.
Menurutnya, jalur Sekip menjadi salah satu jalur alternatif yang cukup strategis bagi warga Bogor Selatan untuk sementara waktu, meski memiliki keterbatasan dari sisi lebar jalan dan kondisi kontur yang curam.
Meski demikian, ia mengakui kondisi jalan yang sempit dengan kemiringan cukup tajam membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.
“Memang cukup strategis ya, walaupun kondisi jalan sangat sempit, tapi minimal sementara sampai selesai jalur trase baru, Memang mau enggak mau sementara lewat situ, walaupun tadi lebarnya itu sangat sempit, kemudian elevasinya cukup curam. Kalau ada yang jatuh, saya lihat lebih karena licin dan terlalu curam. Mungkin ada yang jatuh karena terlalu cepat atau karena ada bekas sisa aspal yang kemarin belum selesai jadi licin, jadi memang harus hati-hati juga,” ucapnya.
