Mahasiswi Unpad Mulai Takut Lewat Gang Gelap Jatinangor Usai Kasus Penodongan

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maureen Sheanine (18) mengaku, meski pelaku aksi kejahatan
Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maureen Sheanine (18) mengaku, meski pelaku aksi kejahatan sudah ditangkap Polisi, namun rasa khawatir masih menghantui, khususnya ketika harus melintas di gang pada malam hari di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus penodongan dan pelindasan terhadap mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, memunculkan rasa khawatir di kalangan mahasiswa, terutama mereka yang kerap pulang malam melewati gang sempit di area kos-kosan.

Meski pelaku telah ditangkap polisi, sejumlah mahasiswa mengaku masih merasa tidak aman ketika harus beraktivitas pada malam hari.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maureen Sheanine (18), mengatakan kejadian tersebut membuat dirinya lebih waspada, khususnya saat bepergian setelah hari gelap.

Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan

“Kalau aku menanggapi ini, ini meresahkan buat saya pribadi sebagai mahasiswa. Jadi ngerasa takut, terutama kalau mau pergi sudah enggak ada matahari, jadi ngerasa takut,” katanya kepada Jabar Ekspres belum lama ini.

Sebelumnya, seorang mahasiswi semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad menjadi korban penodongan di sebuah gang kawasan Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, pada Selasa malam.

Korban sempat terjatuh dan terlindas sepeda motor pelaku saat berusaha menyelamatkan diri. Polisi kemudian menangkap pelaku di wilayah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (15/5/2026) malam.

Meski pelaku sudah diamankan, Maureen yang akrab disapa Mey Mey menilai kondisi lingkungan sekitar kampus dan kos mahasiswa masih rawan karena minim penerangan jalan.

“Di gang-gang masih banyak yang gelap. Enggak tahu, takut kalau gelap,” beber mahasiswi Fikom Unpad asal Jawa Timur tersebut.

Ia berharap ada langkah nyata dari pemerintah maupun kepolisian untuk meningkatkan keamanan di kawasan Jatinangor, terutama dengan memperbaiki fasilitas penerangan di jalan-jalan kecil sekitar permukiman mahasiswa.

“Harapan ke depan buat polisi dan pemerintah soal keamanan, minimal saja penerangan diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus

Menurut Mey Mey, aktivitas organisasi mahasiswa sering membuat mahasiswa harus pulang hingga larut malam meski kegiatan kuliah formal biasanya selesai lebih awal.

“Kalau organisasi sering rapat dan lain-lain. Misalnya ada event, seringnya malam,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, dirinya kini memilih mengurangi aktivitas malam dan berusaha tidak bepergian sendirian ketika harus melewati gang sempit di kawasan kos.

“Mungkin enggak pulang terlalu larut dan enggak sendirian, diantar atau sama teman,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar