“Digitalisasi arsip harus segera dilakukan. Ini penting karena arsip merupakan fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan kinerja sebuah organisasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, workshop tersebut menjadi bagian dari kurikulum berbasis kompetensi yang tidak hanya menitikberatkan pada teori administrasi publik, tetapi juga praktik langsung di lapangan melalui laboratorium pembelajaran.
Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pengelolaan arsip, system dynamics, hingga digital governance agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja berbasis teknologi dan data.
Baca Juga:Bandoeng 10K Jadi Motor Sport Tourism, Farhan Sebut Bagian Strategi Pembangunan Kota BandungPemkab Tasikmalaya Jajaki Kerjasama Pembangunan Dua Rumah Sakit
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di laboratorium agar siap menghadapi dunia kerja,” katanya.
Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan pada pengelolaan big data, sistem informasi manajemen, hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital yang kini menjadi kebutuhan berbagai instansi.
Sementara itu, Koordinator Laboratorium Administrasi Publik FISIP UNPAS, Andre Ariesmansyah menilai tantangan digitalisasi di Indonesia bukan lagi soal banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan belum terintegrasinya data antarinstansi maupun organisasi.
“Yang dibutuhkan adalah integrasi data governance yang kuat, bukan sekadar banyaknya aplikasi,” tegas Andre.
Menurutnya, penguatan sistem arsip digital juga harus dibarengi dengan peningkatan keamanan data atau cyber security, terutama di tengah penggunaan AI dan teknologi digital yang semakin luas.
Andre menambahkan, FISIP UNPAS saat ini telah memiliki enam laboratorium pembelajaran, termasuk Laboratorium Administrasi Publik yang fokus membangun kompetensi mahasiswa di bidang tata kelola arsip dan administrasi pemerintahan.
“Laboratorium Administrasi Publik ini mengantar mahasiswa memiliki kompetensi dasar agar mereka mampu bekerja dan berkegiatan dalam dunia kearsipan. Dengan memiliki kecakapan itu, mahasiswa akan memberikan sumbangsih pada tata pemerintahan yang baik, sehingga bisa mengambil keputusan yang efektif dan efisien,” paparnya.
Baca Juga:Cegah Penyimpangan, Kades dan BPD Se-Tasikmalaya Dibekali Ilmu Tata Kelola DesaNGERI! Guru di Cariu Bogor Dibegal, Korban Ditodong Sajam hingga Didorong ke Jurang
Dalam workshop tersebut, terdapat tiga isu utama yang dibahas, yakni pengelolaan arsip dinamis, digitalisasi arsip elektronik, dan tata kelola keamanan arsip. Ketiga materi itu dinilai relevan dengan tantangan birokrasi modern yang semakin berbasis data digital.
Melalui kegiatan ini, FISIP UNPAS berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memahami administrasi publik secara teoritis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis di bidang kearsipan dan tata kelola digital.
