BNNP Jabar sebut Peredaran Narkotika Modus Liquid mulai Sasar Kafe

Dok. BNNP Jabar saat lakukan pemusnahan barang bukti Narkotika. Foto. Sandi Nugraha.
Dok. BNNP Jabar saat lakukan pemusnahan barang bukti Narkotika. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat (Jabar), mulai mendeteksi adanya peredaran narkotika dengan modus baru yakni berbentuk cairan liquid.

Dikatakan Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, peredaran narkotika dengan modus baru yang disamarkan dalam bentuk cairan rokok elektrik atau Vape tersebut, kini telah menyasar kafe-kafe hingga tempat berkumpul atau nongkrongnya masyarakat.

“Ini menarik, karena saya beberapa kali lihat orang pakai di kafe-kafe. Nah itu berarti ada yang mengedarkan,” ujarnya, Jum’at, (10/7).

Baca Juga:Dipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di CineamDipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Cineam

Dengan adanya peredaran tersebut, Sulistyo mengaku bahwa pihaknya akan terus melakukan proses penyelidikan. Pihaknya kini tengah mengincar para pelaku yang nekat mengedarkan narkotika dengan modus baru tersebut khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Semoga nanti kita bisa dapatkan pengedarnya. Karena kalau kita lihat contohnya kemarin, BNN bisa menyita yang sangat besar di Jawa Timur itu 3,7 ton. Itu untuk pengisi vape. Artinya itu kalau sudah dalam bentuk saset 50 mili, itu berapa juta saset. Nah itu kita syukur salah satu pengedar besar (narkotika modus cairan liquid) di Jawa Timur sudah kita basmi,” ungkapnya.

Maka dari itu, agar peredaran narkotika tersebut dapat terus diberantas, Sulistyo menuturkan bahwa peran penting dari berbagai pihak khususnya masyarakat sangat dibutuhkanm

“Tentu saja (di Jawa Barat) sudah masuk, hanya kita kalau nangkep harus nangkep bandarnya bukan nangkep pemakai. Kita harus tangkap bandarnya,” pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Satres Narkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap adanya peredaran narkotika jenis baru yakni “pod getar”.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, seorang selebgram Bandung berinisial GA berhasil ditangkap oleh polisi setelah diduga terlibat dalam peredaran cairan ketamin yang dikemas dalam cartridge.

“Tersangka GA diduga memiliki jaringan pemasok dari Jakarta, dan saat ini tim penyidik masih terus melacak jejak asal barang serta pemasok utamanya,” ucap Wakapolres Cimahi, Kompol Zulkarnaen beberapa waktu lalu.

(San).B

0 Komentar