Di Balik Ambisi Besar Cimahi, TPST Santiong Masih Menyisakan Banyak Persoalan

 Di Balik Ambisi Besar Cimahi, TPST Santiong Masih Menyisakan Banyak Persoalan
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana didampingi Kadis Lingkungan Hidup, Chanifah Listyarini usai Menghadiri Kunjungan Kerja CPIU, CPMU, dan World Bank di Mal Pelayanan Publik Cimahi (Mong)
0 Komentar

Ngatiyana menyebut pemerintah daerah kini mengejar target agar sampah tidak lagi dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan seluruhnya diolah di dalam kota. Namun, target tersebut juga bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

“Sehingga kita juga akan mendapatkan bantuan dari Kementerian PUPR, salah satunya mungkin dump truck, mobil pick up, kemudian motor sampah dan sebagainya untuk operasional pengolahan sampah Kota Cimahi sebagai pilot project untuk penyelesaian sampah,” katanya.

Bantuan operasional yang dijanjikan pemerintah pusat disebut cukup besar. Pemkot Cimahi akan menerima sekitar 36 unit kendaraan pick up, dump truck, 32 motor sampah, hingga dua unit wing box untuk mendukung sistem pengangkutan dan pengolahan sampah.

Baca Juga:Underpass Gatsu-Baros Mandek, Warga Cimahi Tetap Hadapi Macet dan Risiko KecelakaanTender Belum Dimulai, Nasib Underpass Gatsu-Baros Cimahi Belum Pasti

“Armadanya alhamdulillah kita untuk pembuangan masih ada, tapi akan ada bantuan dari Kementerian PUPR. Salah satunya adalah dump truck tadi, termasuk pick up-nya itu sekitar 36 ya. Kemudian dump truck-nya, motor sampah 32, kemudian ada wing box 2 tadi,” bebernya.

Di sisi lain, proses serah terima aset TPST Santiong dan Lebaksaat dari pemerintah pusat dan World Bank kepada Pemerintah Kota Cimahi juga menjadi perhatian. Pemkot meminta seluruh fasilitas, baik bangunan maupun mesin pengolah sampah, dipastikan dalam kondisi siap pakai sebelum resmi diserahkan.

“Lerlu saya sampaikan juga ataupun mesin pengolah sampah yang ada di Santiong dan Lebakaaat akan dilaksanakan serah terima aset, ya secara keseluruhan,” cetusnya.

Ngatiyana menegaskan, sejumlah kekurangan pembangunan dan kerusakan fasilitas yang masih ditemukan saat ini akan segera diperbaiki sebelum proses penyerahan aset dilakukan.

“Sehingga termasuk mesinnya juga diperbaiki sehingga nanti siap pakai dalam rangka pelaksanaan serah terima aset barang milik negara menjadi barang milik daerah,” jelas Ngatiyana menutup. (Mong)

0 Komentar