Di Balik Ambisi Besar Cimahi, TPST Santiong Masih Menyisakan Banyak Persoalan

 Di Balik Ambisi Besar Cimahi, TPST Santiong Masih Menyisakan Banyak Persoalan
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana didampingi Kadis Lingkungan Hidup, Chanifah Listyarini usai Menghadiri Kunjungan Kerja CPIU, CPMU, dan World Bank di Mal Pelayanan Publik Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi kembali menjadi sorotan dalam upaya penanganan persoalan sampah. Di tengah target ambisius menuju zero to TPA, fasilitas pengolahan sampah di TPST Santiong dan Lebaksaat justru diakui masih belum berjalan maksimal.

Hal itu mencuat dalam kunjungan kerja CPIU, CPMU, serta tim World Bank terkait proyek TPST Santiong yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Senin (18/5/2026).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan rapat koordinasi tersebut membahas percepatan penyelesaian pengolahan sampah di Kota Cimahi yang hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan operasional.

Baca Juga:Underpass Gatsu-Baros Mandek, Warga Cimahi Tetap Hadapi Macet dan Risiko KecelakaanTender Belum Dimulai, Nasib Underpass Gatsu-Baros Cimahi Belum Pasti

Menurutnya, persoalan sampah kini menjadi fokus utama Pemerintah Kota Cimahi melalui leading sector Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari World Bank ISWMP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas hingga Kementerian PUPR.

“Semua hadir dalam rangka membahas diskusi tentang pengolahan sampah yang ada di Kota Cimahi,” kata Ngatiyana kepada awak media usai kegiatan.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Cimahi juga melakukan evaluasi terhadap operasional TPST Santiong dan TPST Lebaksaat yang selama ini masih berada pada tahap uji coba.

“Yang mana selama ini masih uji coba ya, belum maksimal. Tetapi yang akan datang mungkin di bulan Juli ini akan datang juga yaitu mesin yang baru,” kata Ngatiyana.

Ia menjelaskan, mesin baru tersebut saat ini masih dalam proses lelang dan ditargetkan mulai datang pada Juli 2026. Pemerintah berharap kehadiran alat baru mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di TPST Santiong hingga 85 ton per hari.

“Yang baru dilelang dulu nanti bulan Juli, sehingga nanti TPST Sentiong itu mesinnya lebih bagus ya. Kemudian kapasitasnya menjadi 85 ton per hari. Kemudian Lebaksaat tetap berjalan yaitu 10 ton per hari, dan kemudian juga kita akan memasang mesin-mesin juga pengolah sampah yang sifatnya 5 ton-an untuk di daerah-daerah tertentu,” jelasnya.

Meski demikian, target pengolahan sampah secara menyeluruh masih menghadapi tantangan besar. Pasalnya, volume sampah harian di Kota Cimahi terus meningkat, sementara fasilitas pengolahan yang ada belum sepenuhnya optimal.

0 Komentar