Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan kajian perubahan tata ruang sebagai bagian dari evaluasi pembangunan di berbagai wilayah.
“Dan kita jujur, konsepsi pembangunan yang kita kelola hari ini berantakan. Itu harus dikembalikan kembali, maka saya sampai hari ini kajian pemerintah provinsi adalah kajian perubahan tata ruang. Karena itu syaratnya itu,” katanya.
Dedi juga menegaskan pembangunan jalan, jembatan, irigasi hingga bangunan lainnya harus memperhatikan lanskap dan tata letak wilayah agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Baca Juga:31 Ribu Kendaraan Serbu Puncak Bogor Saat Long Weekend, Arus Kini Normal Dua ArahWacana KDM Soal Jalan Provinsi Berbayar, Bupati Tasikmalaya Merespon Begini
“Nanti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, membuat bangunan-bangunan tuh harus lihat landscape-nya dan harus lihat tata letaknya. Penting,” tuturnya.
Sebagai informasi, kawasan Batutulis merupakan bagian dari wilayah bersejarah Kerajaan Sunda yang diyakini terkait dengan pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Kawasan ini berada di wilayah perbukitan yang sejak masa lampau didominasi kondisi alam alami berupa ruang terbuka hijau dan vegetasi. Di lokasi tersebut terdapat Prasasti Batutulis sebagai cagar budaya penting di Kota Bogor.
