67 Ribu Anak di Jabar Masih Zero Dose, Wamenkes Soroti Peran Posyandu di Kota Bandung

67 Ribu Anak di Jabar Masih Zero Dose, Wamenkes Soroti Peran Posyandu di Kota Bandung
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berbincang dengan seorang ibu yang membawa balita untuk mendapatkan vaksin saat melakukan kunjungan kerja tematik di Puskesmas Mohammad Ramdan, Kota Bandung, Selasa (12/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyoroti masih tingginya jumlah anak zero dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Bandung. Pemerintah pun terus memperkuat peran posyandu sebagai ujung tombak pendataan dan pengawasan imunisasi hingga tingkat RW.

Menurut Dante, setiap ibu yang melahirkan sebenarnya sudah dibekali Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang memuat riwayat imunisasi anak. Namun dalam praktiknya, masih banyak orang tua yang lupa memeriksa atau tidak rutin membaca buku tersebut.

Karena itu, keterlibatan kader posyandu dinilai menjadi kunci untuk memastikan tidak ada anak yang luput dari imunisasi dasar.

Baca Juga:Imunisasi Anak Menurun Pascapandemi, Wamenkes Ingatkan Ancaman “Zero Dose” di IndonesiaKasus Campak di Jawa Barat Menurun, Dinkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

“Kalau hanya mengandalkan puskesmas yang jumlahnya sekitar 10 ribu, tentu tidak bisa menjangkau sampai ke tingkat paling bawah. Yang bisa menjangkau langsung masyarakat adalah posyandu,” ujar Dante, Selasa (12/5/2026).

Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 300 ribu posyandu yang tersebar hingga lingkungan terkecil masyarakat. Para kader bertugas mendata ibu yang baru melahirkan, memeriksa buku KIA, hingga memastikan anak tidak masuk kategori zero dose.

Khusus di Kota Bandung, Dante mengatakan upaya penanganan anak zero dose telah dilakukan secara aktif sejak 22 September 2025. Pemerintah bersama TP Posyandu dan Komisi Perlindungan Anak Daerah turun langsung ke lapangan, termasuk saat kegiatan siskamling di lingkungan RW.

“Karena di setiap RW pasti ada persoalan anak yang harus diperhatikan,” katanya.

Meski belum memegang data rinci Kota Bandung, Dante mengungkapkan jumlah anak zero dose di Jawa Barat saat ini masih sekitar 67 ribu anak. Angka tersebut menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 102 ribu anak.

“Dalam satu tahun berhasil ditekan sekitar 40 ribu anak. Harapannya satu sampai dua tahun ke depan bisa habis, sehingga tidak ada lagi anak zero dose di Jawa Barat,” ungkapnya.

Secara nasional, pemerintah mencatat masih ada sekitar 2,3 juta anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tetapkan KLB Campak, Imunisasi Massal Digelar 13-18 April 2026Fakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi!

Terkait kemungkinan sanksi bagi orang tua yang tidak memberikan imunisasi kepada anak, Dante menegaskan persoalan tersebut berkaitan dengan hak asasi manusia. Namun ia menekankan pentingnya imunisasi untuk membentuk kekebalan kelompok atau community immunity.

0 Komentar