Kasus Campak di Jawa Barat Menurun, Dinkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

ILUSTRASI penyakit Campak yang hanya menyerang manusia sekali seumur hidup. (Freepik)
ILUSTRASI penyakit Campak yang hanya menyerang manusia sekali seumur hidup. (Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus campak di Jawa Barat mulai terkendali. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, pada Senin (4/5/2026).

Vini menuturkan, jumlah kasus saat ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Kondisi ini merupakan hasil dari berbagai intervensi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kasusnya menurun secara signifikan. Tapi intinya bukan penurunannya, tapi kalau enggak diimunisasi, maka tahun-tahun yang akan datang akan tetap berulang,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat.

Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi dan Sungai Watch Bakal Kolaborasi Bersihkan Sampah Sungai di Jateng Jembatan Darurat Sungai Cigoha Kembali Ambruk, Warga Tanjungsari Terpaksa Putar Jauh

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan berbagai langkah penanganan, salah satunya melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) serta imunisasi kejar.

“Jadi memang sudah dari tahun kemarin sebetulnya kami melakukan penanganan-penanganan campak ini, hanya ramainya sekarang,” katanya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah imunisasi kejar, yang menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan melaporkan bahwa jumlah kasus positif campak di Jawa Barat pada 2025 mencapai 1.785 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 271 kasus.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Februari 2026, jumlah kasus campak di Jawa Barat tercatat sebanyak 252 kasus. (son)

0 Komentar