JABAR EKSPRES – Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (FORKIS) mencoba menghadirkan cara berbeda dalam mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan.
Lewat kegiatan bertajuk ‘FORKIS Peduli Lingkungan’, para pelukis bersama pelajar dari tingkat TK hingga SMA diajak mengubah tong sampah menjadi media karya seni.
Kegiatan yang digelar di Cimahi itu tak sekadar menghadirkan perlombaan seni rupa. FORKIS mencoba menyisipkan pesan soal kebersihan melalui pendekatan visual yang dekat dengan anak-anak dan masyarakat.
Baca Juga:Sampah Menumpuk di Melong Cimahi, DLH Sebut Kuota Buang ke Sarimukti Cepat PenuhEfek Geopolitik Plastik Mahal, Sampah Plastik di Cimahi Berkurang
Ketua Pelaksana FORKIS Peduli Lingkungan, Endang, mengatakan seni dipilih sebagai medium edukasi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap tong sampah yang selama ini identik dengan sesuatu yang kotor dan dijauhi.
“Kami ingin mendobrak stigma bahwa tong sampah itu selamanya kotor. Jika medianya elok dan estetis, masyarakat terutama anak-anak akan lebih bersemangat untuk membuang sampah pada tempatnya. Ada nilai edukasi sekaligus seni yang berjalan beriringan,” kata Endang saat dikonfirmasi, Senin, (11/5/2026).
Menurut Endang, animo peserta cukup tinggi meski panitia sempat terkendala keterbatasan kuota dan media lomba. Dari data panitia, sebanyak 88 siswa TK mengikuti lomba mewarnai. Sementara itu, 40 siswa tingkat SD ambil bagian dalam lomba melukis.
Adapun peserta dari jenjang SMP dan SMA tercatat sebanyak 50 siswa. Mereka ditantang melukis langsung di media tong sampah yang telah disiapkan panitia.
“Banyak yang ingin daftar di lokasi secara mendadak, namun karena keterbatasan media tong sampah, terpaksa kami batasi. Ini bukti minat generasi muda terhadap seni rupa sangat tinggi,” ujar Endang.
Di luar antusiasme peserta, Endang menilai hal lain yang cukup menonjol dalam kegiatan tersebut adalah semangat gotong royong panitia. Ia menyebut kegiatan tetap berjalan meski dilakukan di tengah efisiensi anggaran.
“Yang paling mengesankan adalah semangat kemandirian panitia. Di tengah efisiensi anggaran, FORKIS bersama Pemkot Cimahi menerapkan prinsip Zero Budgeting,” kata Endang menutup. (Mong)
