JABAR EKSPRES – Aplikasi nonton drama China kini sudah menjamur di tanah air, sayangnya jarang sekali yang menawarkan nonton drama China secara gratis, kalaupun gratis, biasanya hanya di beberapa episode awal saja, setelah cerita mulai seru, dan penonton makin penasaran, biasanya akan mulai berbayar atau berlangganan. Namun tidak dengan aplikasi Short Pro, aplikasi ini mengklaim sebagai platform nonton drama gratis bahkan jika konsisten penonton bisa mendapatkan cuan dari aplikasi ini.
Lalu dimana letak bahayanya? Aplikasi ini tidak berbahaya jika hanya digunakan untuk menonton drama saja, namun jika mencoba layanan lainnya yang ditawarkan, maka bahaya tersebut mulai muncul.
Layanan yang dimaksud adalah program investasi, dimana anggota ditawarkan kesempatan naik level dengan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan.
Baca Juga:Apakah Aplikasi SIP Payment Aman Bukan Penipuan? Modal Awal Rp205 Ribu Hasilkan Puluhan Juta RupiahHaru Bercampur Bahagia! Ato dan Desi Dapat Hadiah Rumah dari Bupati KDS
Ada 7 level yang ditawarkan, masing-masing level memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk keuntungan yang akan diberikan, semakin tinggi levelnya, maka akan semakin banyak juga keuntungannya.
Untuk bisa naik level, anggota diwajibkan merekrut sejumlah anggota baru yang akan diwajibkan membayar deposit. deposit itulah yang sebagian nanti akan menjadi keuntungan bagi anggota yang merekrutnya.
Semakin banyak anggota yang direkrut sesuai target, maka levelnya akan semakin meningkat dan keuntungan makin besar.
Kondisi ini sekilas tidak berbahaya malah sangat menguntungkan untuk anggota, padahal dibalik itu, ada skema ponzi yang digunakan dalam perekrutan membernya. Seperti halnya MLM atau multi level marketing, skema ponzi ini berpotensi besar akan berujung pada penipuan.
Terutama jika jumlah anggota baru mulai berkurang, dan deposit tidak masuk untuk membayar anggota lamanya, maka perputaran uang didalam aplikasi akan mengalami masalah dan tidak akan bisa lagi membayar para anggotanya.
Jika sudah terjadi hal ini, biasanya aplikasi tidak akan bisa lagi melakukan penarikan, mereka menggunakan berbagai alasan klasik seperti IPO atau audit agar para anggota bisa memaklumi kendala penarikan, yang sesungguhnya hanya alasan saja.
Bukan hanya tidak bisa menarik uang, aplikasi kadang masih berusaha menarik uang dari anggotanya dengan alasan verifikasi akun, KYC, bayar pajak dan lain sebagainya.
