Sekda Tegaskan Kirab Mahkota Binokasih Tak Pakai APBD

Sekda Tegaskan Kirab Mahkota Binokasih Tak Pakai APBD
Kirab budaya (dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam Milangka Tatar Sunda digelar tanpa suntikan APBD. Hal itu diungkapkan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, Rabu (6/5) petang.

“Ya memang tidak menggunakan APBD,” cetusnya saat ditemui di DPRD Jawa Barat.

Herman melanjutkan, dan alokasi kirab itu berasal dari partisipasi banyak pihak. Baik tokoh personal maupun organisasi.

Baca Juga:Bupati Bogor Desak Pemprov Jabar Buka Kembali Tambang Berizin di Bogor BaratDukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Jabar Gelontorkan Anggaran Rp10 Miliar!

“Contoh di Sumedang kemarin ada tokoh. Kami ingin berpartisipasi sehingga ada yang tanggung jawab sound system, ada yang tim musik, ada yang tim tarian,” katanya.

Menurut Herman, Pihak Pemprov tidak mengumpulkan pendanaan tapi langsung dengan pihak yang bersangkutan.

Demikian halnya saat kirab di Garut. “Kemarin di Garut juga, untuk tim yang dari Garut itu kan ada seni silat sekaligus membuka acara ya. Ada tokoh menyampaikan, ini dari kami. Dan banyak entitas tokoh lain yang peduli terhadap kebudayaan untuk ikut serta (pendanaan.red). Jadi tidak menggunakan APBD,” jelasnya.

Herman menjelaskan, pihak-pihak yang mendukung pendanaan itu sejauh ini memang secara personal, yakni tokoh yang memang peduli dalam hal budaya.

“Sementara yang kami saksikan langsung itu personal, tokoh-tokoh. Saya kira kan banyak tokoh Sunda yang sudah mapan dan peduli dengan budaya,” ucapnya.

Herman juga menegaskan, pendanaan tanpa dari APBD itu juga bakal berlaku untuk acara puncak di Gedung Sate.

“Termasuk nanti yang di Gedung Sate,” tegasnya.

Herman juga menguraikan bahwa selama perjalanan kirab juga dilakukan untuk monitoring berbagai pembangunan daerah, misalnya dari kondisi infrastruktur jalan Provinsi. (son)

0 Komentar