JABAR EKSPRES – Persoalan sampah kembali mencuat di Bandung setelah sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dilaporkan mengalami penumpukan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan warga sekaligus mendapat sorotan dari kalangan aktivis lingkungan.
Pantauan di beberapa titik menunjukkan tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan. Selain mengganggu estetika kota, kondisi ini juga menimbulkan bau menyengat dan berpotensi memicu masalah kesehatan, terutama di kawasan permukiman padat.
Salah satu warga, Rina (34), yang tinggal di kawasan Antapani, mengungkapkan keresahannya.
Baca Juga:Guru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke PusatNyalip dari Kanan, Pemotor Tewas Tabrakan dengan Pikap di Ciseeng
“Sudah beberapa hari ini sampah tidak diangkut secara rutin. Bau sekali, apalagi kalau siang hari. Kami khawatir juga dengan kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Andi (41), warga lainnya. Ia berharap ada perbaikan sistem pengelolaan yang lebih konsisten.
“Masalah sampah ini seperti berulang. Kadang diangkut lancar, tapi tiba-tiba menumpuk lagi. Harusnya ada sistem yang lebih jelas dan berkelanjutan,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, aktivis lingkungan dari komunitas Bandung Hijau, Suwatno, menilai persoalan sampah di Bandung bukan sekadar masalah teknis pengangkutan, melainkan persoalan sistemik yang belum terselesaikan.
“Penumpukan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kita masih reaktif, belum preventif. Harus ada penguatan dari hulu, seperti pengurangan sampah dari sumber dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengatasi persoalan sampah.
“Kalau hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, masalah ini akan terus berulang. Kita perlu inovasi, termasuk pengolahan berbasis teknologi dan ekonomi sirkular,” tambahnya.
Baca Juga:Indonesia Pikat Investor Global, Tawarkan Potensi Besar Hulu Migas dan Kolaborasi TeknologiRibuan Kopdes Merah Putih Tumbuh di Jabar, Akses Pembiayaan Jadi Kunci Naik Kelas
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab penumpukan sampah, mulai dari keterbatasan armada pengangkut, kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga meningkatnya volume sampah harian.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menggulirkan berbagai program pengurangan sampah, seperti pemilahan dari rumah tangga dan penguatan bank sampah. Namun, implementasinya di lapangan dinilai belum optimal.
Dengan kondisi yang kembali terjadi, warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk mengurai penumpukan yang ada saat ini, sekaligus menghadirkan solusi jangka panjang agar permasalahan sampah di Bandung tidak terus berulang. (dam)
