JABAR EKSPRES – Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Jawa Barat terus menunjukkan tren positif. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, akses pembiayaan menjadi faktor krusial agar koperasi mampu naik kelas dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menekankan pentingnya penguatan akses modal bagi Kopdes Merah Putih agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang mandiri.
Menurutnya, koperasi tidak hanya perlu tumbuh secara jumlah, tetapi juga harus didukung dengan kapasitas usaha dan strategi pembiayaan yang matang.
Baca Juga:Tebang Bambu Berujung Maut, Pria 60 Tahun Tewas Tertimbun Longsor di Dramaga Bogor,Pria Lansia Tertimbun Longsor saat Tebang Bambu di Dramaga Bogor, BPBD Lakukan Pencarian
“Forum seperti ini penting untuk saling belajar, bertukar informasi, sekaligus membangun jejaring usaha antarpelaku koperasi,” ujar Destry dalam Seminar Skema Akses Pembiayaan pada Arsitektur Keuangan Koperasi di Bandung, Selasa (4/5).
Ia menjelaskan, koperasi perlu memahami secara utuh skema pembiayaan, mulai dari cara mengakses modal, kebutuhan pembiayaan, hingga strategi pengembalian pinjaman agar usaha tetap sehat.
Kementerian Koperasi juga membuka peluang melalui program inkubasi yang dikelola LPDB Koperasi. Program ini dapat dimanfaatkan baik oleh koperasi yang sudah berjalan maupun Kopdes Merah Putih yang masih dalam tahap pengembangan.
“Terdapat potensi besar di desa yang bisa diolah menjadi nilai tambah dan dikembangkan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih untuk kesejahteraan bersama,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, mengungkapkan hingga saat ini telah terbentuk 5.957 Kopdes Merah Putih di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 684 gerai telah terbangun secara penuh.
Dalam sesi diskusi, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi, membagikan pengalaman sukses koperasinya yang mencatat omzet Rp6,08 miliar sepanjang 2025 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp92 juta.
Capaian tersebut diraih berkat dukungan modal penyertaan awal sebesar Rp2 miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat dengan skema bagi hasil.
Baca Juga:Sindikat Curanmor Jonggol Terbongkar, Pelaku dan Dua Penadah Dibekuk PolisiNobar Berujung Maut, Bobotoh Muda di Tasikmalaya Tewas Diduga Dikeroyok
“Ini tidak mudah karena kami merupakan penggabungan dari beberapa koperasi sebelumnya. Hasil ini juga didukung program inkubasi di Kabupaten Bandung,” ungkap Dedi.
