JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana menjadikan Karnaval Binokasih sebagai agenda tahunan berskala provinsi.
Bahkan, kegiatan tersebut akan dikembangkan menjadi karnaval lintas daerah yang menjangkau berbagai wilayah hingga Cirebon.
Dedi menjelaskan, karnaval ini akan menjadi ikon budaya tingkat provinsi, tidak lagi terbatas pada skala lokal. Karnaval Binokasih sendiri merupakan pengembangan dari tradisi budaya Keraton Sumedang yang kini diangkat menjadi agenda bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar memiliki dampak lebih luas.
Baca Juga:RSUD Welas Asih Tegaskan Pelayanan Profesional dan Humanis, Audit Medis Pastikan Tindakan Sesuai ProsedurJalur Strategis Cijayanti–Bojong Koneng Ditata, Program Gentengisasi Libatkan Warga dan CSR
“Rencana dimulai tanggal 2 Mei di Sumedang. Nanti diintegrasikan dengan Pemprov supaya gaungnya lebih besar,” cetusnya, Selasa (28/4).
Ia menambahkan, rangkaian karnaval akan bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan membawa narasi sejarah dan budaya Sunda.
Perjalanan dimulai pada 2 Mei di Sumedang, kemudian berlanjut pada 3 Mei di Kawali, Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali.
Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi Kampung Naga sebagai salah satu destinasi budaya, lalu bergerak ke Cianjur dengan titik akhir di kawasan gedung keresidenan yang memiliki nilai historis sebagai ibu kota Priangan pada masa lalu.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Bogor dengan rute dari Batutulis menuju Kebun Raya Bogor. Setelah jeda satu hari, karnaval akan terintegrasi dengan peringatan Hari Jadi Kota Depok, menonjolkan kawasan heritage peninggalan Belanda.
Dari Depok, rombongan akan bergerak ke Karawang dengan tujuan Pesantren Syekh Quro, sebelum mencapai puncak acara di Cirebon, dari Bale Jayadewata menuju kawasan Keraton Kasepuhan.
“Itu mengenang sejarah. Jadi ada alurnya. Sampai ke Kesultanan Kasepuhan, ” cetusnya.
Baca Juga:Kecelakaan Tunggal di Puncak Bogor, Pemotor Tewas Usai Hantam TrotoarMisteri Luka Bakar Bocah 8 Tahun di Leuwisari Tasikmalaya, Diduga Disiram Bensin Saat Bermain
Selain sebagai perayaan budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa setiap daerah yang dilalui harus dalam kondisi bersih dan tertata.
Dedi juga memastikan sejumlah kawasan yang dilalui karnaval akan mendapatkan perhatian pembangunan, seperti renovasi Keraton Sumedang, penataan Kawali, peningkatan fasilitas wisata di Kampung Naga, serta penguatan situs sejarah di Cianjur, Depok, Karawang, dan Cirebon.
“Dampak dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya pada sektor budaya, tetapi juga penataan infrastruktur dan lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, hingga kawasan permukiman,” kata dia.
