Tekan Risiko Gagal Panen, Bandung Barat Percepat Pembangunan Irigasi dan Embung

Tekan Risiko Gagal Panen, Bandung Barat Percepat Pembangunan Irigasi dan Embung
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail (tengah). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemkab Bandung Barat tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur air dan irigasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang kian terasa, khususnya pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

“Kami menilai tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, risiko penurunan produksi hingga gagal panen akan semakin tinggi saat musim kemarau berkepanjangan,” ujar Jeje di Ngamprah, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:Medsos Jadi Pasar Gelap Obat Keras di Bandung Barat14 Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat Masuk Zona Rawan Kekeringan

Selain itu, ia mendorong agar pembangunan infrastruktur air menjadi prioritas dalam program pertanian nasional, mengingat persoalan distribusi air masih menjadi tantangan utama di tingkat daerah.

Menurut Jeje, masalah yang dihadapi petani di Bandung Barat bukan hanya soal produksi, tetapi juga ketimpangan distribusi air. Akibatnya, sebagian wilayah kerap mengalami kekeringan saat kemarau, sementara wilayah lainnya relatif lebih tercukupi.

“Penguatan sarana irigasi sangat penting agar lahan pertanian tetap produktif, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengusulkan sejumlah program konkret, seperti pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, embung, dam parit, hingga pompanisasi.

“Skema itu dirancang untuk menjangkau lahan-lahan pertanian yang selama ini sulit mendapatkan akses air secara optimal,” jelasnya.

Jeje menegaskan, keberadaan infrastruktur air yang memadai tidak hanya berfungsi menjaga produktivitas, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan bagi petani dari dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Ia memastikan, sektor pertanian akan terus didorong menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Selain menjaga pasokan pangan, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Bandung Barat.

Baca Juga:Mentan Klaim Ketahanan Pangan Kuat Hadapi Ancaman El Nino 2026Ekspor Unggas Melesat Capai Rp18,2 Miliar, Indonesia Mulai Kukuhkan Posisi di Pasar Global

“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jeje menekankan bahwa realisasi pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan daerah. Dukungan pemerintah pusat, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan, dinilai sangat krusial.

“Kemarin di Rakornas sudah saya sampaikan program prioritas untuk menghadapi ancaman kekeringan. Kami berharap usulan ini mendapat perhatian dan dapat direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.

0 Komentar