JABAR EKSPRES – Remaja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian rentan terjerat penyalahgunaan obat keras seiring maraknya penjualan tramadol secara terbuka melalui media sosial.
Fenomena ini tak lagi berlangsung diam-diam. Peredaran obat golongan G kini justru semakin terang-terangan di platform digital, bahkan menyerupai pasar gelap yang mudah diakses siapa saja.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB, AKBP Agus Widodo, menilai maraknya peredaran obat keras melalui media sosial menjadi tantangan baru dalam pengawasan karena pola distribusinya semakin terbuka namun sulit dikendalikan.
Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Ratusan Warga TerdampakPolisi Bongkar Peredaran Narkoba di Jonggol, 1,1 Kg Ganja dan Sabu Disita
“Peredaran di media sosial ini sudah sangat masif dan terbuka. Siapa pun bisa mengakses dengan mudah, ini yang menjadi perhatian serius kami,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku kini memanfaatkan berbagai platform digital untuk menawarkan barang, berkomunikasi, hingga melakukan transaksi tanpa tatap muka.
“Modusnya semakin sulit dilacak. Transaksi dilakukan online, lalu barang ditinggalkan di lokasi tertentu dan diambil oleh pembeli,” katanya.
Menurutnya, meski obat golongan G tidak tergolong narkotika, penyalahgunaannya tetap berbahaya karena dapat memicu ketergantungan dan gangguan kesehatan, terutama di kalangan remaja.
“Dari sisi hukum memang bukan kewenangan utama kami, tetapi dari perspektif penyalahgunaan zat adiktif, ini sangat meresahkan. Karena itu kami tetap terlibat aktif bersama kepolisian dan dinas kesehatan,” ungkapnya.
Sebagai langkah penanggulangan, BNN KBB tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi.
Sosialisasi digencarkan ke kelompok usia 12 hingga 25 tahun yang dinilai paling rentan, dengan menyasar sekolah-sekolah serta masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
Baca Juga:Jembatan Ambruk di Rumpin, Rumah Warga Ikut Roboh: Motor, Emas, dan Tabungan Rp50 Juta HanyutTekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, program Kecamatan Bersih Narkoba (Bersinar) terus didorong sebagai upaya sistematis dalam menekan angka penyalahgunaan di tingkat wilayah.
BNN KBB juga melakukan pemetaan daerah rawan serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak jaringan peredaran, termasuk yang beroperasi melalui media sosial.
Di tengah keterbatasan personel, Agus menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu pengawasan, terutama dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di ruang digital maupun lingkungan sekitar.
