Dukung Cadangan Pangan Nasional, Pemkot Banjar Usulkan 67 Titik Irigasi dan Ribuan Bibit Kelapa ke Kementan

Dukung Cadangan Pangan Nasional, Kota Banjar Usulkan 67 Titik Irigasi dan Ribuan Bibit Kelapa ke Kementan
Wali Kota Banjar Ir H Sudarsono (tiga dari kiri) saat mengikuti rakor dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (20/4/2026 lalu. (Istimewa/Humas Pemkot Banjar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar bergerak cepat menyambut program Kementerian Pertanian (Kementan) dari hasil rakor seluruh kepala daerah untuk cadangan pangan nasional.

Kementan sendiri menggelontorkan anggaran tambahan senilai Rp12 Triliun lebih untuk program perbaikan irigasi, bantuan bibit, alat mesin pertanian (alsintan), hingga program peternakan. Wali Kota Banjar Sudarsono hadir langsung mengikuti rapat koordinasi bersama Kementan dan mengajukan sejumlah usulan prioritas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, yag ikut dalam rakor itu mengungkapkan bahwa usulan irigasi menjadi salah satu fokus utama.

Baca Juga:RI Temukan Gas Bumi Jumbo di Kalimantan Timur, Potensi 5 Tcf!Mentan Ancam Cabut Izin Produksi MinyaKita Jika Harga Terus Dinaikkan!

Pemerintah kota sudah mengusulkan perbaikan 67 titik irigasi yang tersebar di empat kecamatan. Titik-titik tersebut berada di area sawah tadah hujan dan jaringan irigasi teknis yang saat ini kondisinya sudah rusak.

“Kami sudah mengusulkan 67 titik irigasi tersier. Dengan perbaikan ini, indeks tanam sawah irigasi diharapkan bertambah dan produktivitas petani meningkat,” jelas Yoyon, Selasa (21/4/2026).

Selain irigasi, Kota Banjar juga mengusulkan bantuan bibit kelapa. Dari total anggaran bantuan bibit tanaman secara nasional yang mencapai Rp9 triliun, pihak kota mengajukan 1.120 batang pohon kelapa untuk lahan seluas 12 hektare. Calon penerima dan lokasi penanaman sudah ditentukan di empat kecamatan.

Untuk kebutuhan mekanisasi pertanian, usulan alsintan yang diajukan cukup lengkap. Pemerintah kota meminta pompa air, traktor roda dua, kultivator, mesin tanam padi dan jagung, perontok padi, pemipil jagung, serta mesin semprot untuk kelompok tani. “Semua alat ini diharapkan bisa membantu petani dalam mengolah lahan dan meningkatkan hasil panen,” katanya.

Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kota Banjar juga sudah menyiapkan usulan untuk tahun 2027 di bidang peternakan. Yoyon menyebutkan bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, tiga program utama diajukan. Pertama, pembangunan pasar hewan di wilayah perbatasan. Kedua, rehabilitasi pos kesehatan dan pelayanan hewan. Ketiga, peningkatan fasilitas rumah potong hewan.

Yoyon menegaskan bahwa semua usulan ini memiliki benang merah yang sama, yaitu meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan demi kesejahteraan petani.

0 Komentar