Saat ini, produksi padi Kota Banjar pada tahun 2025 tercatat sebesar 38 ribu ton gabah kering giling (GKG) dari luas lahan pertanian 3.083 hektare selama dua siklus panen.
Tahapan selanjutnya, seluruh usulan termasuk irigasi sudah terekap. Pembangunan di tingkat kelompok tani kemungkinan akan dilakukan secara swakelola. Artinya, kelompok tani yang akan mengelola sendiri proyek perbaikan irigasi dan distribusi bantuan.
Sebagai persiapan, DKP3 Kota Banjar akan melakukan verifikasi lapangan terhadap kelompok tani calon penerima. Selain itu, akan dibentuk tim masing-masing kelompok tani untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:RI Temukan Gas Bumi Jumbo di Kalimantan Timur, Potensi 5 Tcf!Mentan Ancam Cabut Izin Produksi MinyaKita Jika Harga Terus Dinaikkan!
“Kami ingin semua bantuan dari pusat ini menciptakan peningkatan produktivitas yang nyata. Sawah irigasi, bibit unggul, alsintan, hingga pasar hewan adalah bagian dari satu kesatuan untuk kesejahteraan petani dan peternak di Kota Banjar,” pungkas Yoyon. (CEP)
