JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi memperketat pengawasan penggunaan energi setelah mencatat penurunan signifikan pada tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir.
Kebijakan efisiensi, termasuk penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), disebut menjadi faktor utama di balik capaian tersebut.
Data pemerintah menunjukkan, tagihan listrik yang pada Januari 2026 masih berada di atas Rp100 juta, turun menjadi Rp84 juta pada Maret, dan kembali menyusut hingga Rp74 juta pada April.
Baca Juga:Adhitia Yudhistira: Alun-alun Cimahi Mau Dibikin Hidup seperti Times SquareSoroti Inkonsistensi, DPRD Cimahi Minta Pemkot Tegas Kendalikan Tata Ruang
Penurunan ini terjadi seiring langkah pengendalian konsumsi energi di lingkungan perkantoran pemerintah daerah.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mochammad Ronny, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang diterapkan secara konsisten.
“Penurunan tersebut tidak lepas dari upaya pengendalian penggunaan listrik di lingkungan perkantoran,” ujar Ronny, Jum’at (17/4/26).
Kebijakan yang diterapkan mencakup aturan ketat untuk mematikan berbagai perangkat elektronik setelah jam kerja berakhir, mulai dari lampu, komputer, hingga pendingin ruangan.
“Langkah ini diberlakukan di seluruh kantor perangkat daerah sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi energi yang tidak perlu,” kata dia.
Tak hanya di tingkat pusat pemerintahan kota, pengawasan juga diperluas hingga ke kecamatan, kelurahan, serta Mal Pelayanan Publik (MPP). Setiap unit kerja diwajibkan melaporkan penggunaan energi secara berkala guna memastikan kebijakan efisiensi berjalan sesuai target.
Lebih lanjut Ronny menegaskan, Pemerintah Kota Cimahi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan untuk menjaga konsistensi penghematan energi di seluruh lini pemerintahan.
Baca Juga:Survei Kompas: 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis, Kinerja Pemkot Tuai ApresiasiNyamar Jadi Ustadz, Polisi Bekuk Dua Pemuda Aceh dan Sita Ribuan Obat Keras di Bogor
“Jika ditemukan penggunaan listrik yang tidak sesuai, akan kami tegur melalui pimpinan masing-masing, kecuali untuk kegiatan lembur,” kata Ronny menutup. (Mong)
