Adhitia Yudhistira: Alun-alun Cimahi Mau Dibikin Hidup seperti Times Square

Wakil Wali kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat ditemui di Pemkot Cimahi (mong)
Wakil Wali kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat ditemui di Pemkot Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira mengatakan pemerintah kota ingin menghidupkan kembali Alun-alun Cimahi dengan konsep ruang publik yang tak sekadar menjadi tempat lewat. Ia menyebut inspirasi pengembangannya datang dari sejumlah kawasan ikonik, mulai dari M-Bloc di Jakarta hingga Times Square di New York.

Menurut Adhitia, Alun-alun Cimahi ke depan diharapkan bisa menjadi ruang yang aktif dan terbuka bagi masyarakat, termasuk para seniman untuk tampil di ruang publik.

“Ya, M-Bloc. Jadi sebenarnya kita terinspirasi sebetulnya dari kalau kejauhan lah kalau bicara kita Broadway, atau New York Square, Times Square. Tapi memang kita ingin bikin Alun-alun tuh seperti itu, kurang lebih konsepnya sama seperti di TMII,” kata Adhitia saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jum’at, 17 April 2026.

Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga 

Ia menjelaskan, konsep itu disiapkan agar kawasan alun-alun tidak hanya menjadi ruang fisik, melainkan juga arena aktivitas budaya yang hidup. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati pertunjukan sekaligus merasakan alun-alun sebagai ruang bersama.

“Jadi teman-teman yang berkesenian itu bisa pentas di sana, sehingga Alun-alunnya juga aktif, masyarakat juga bisa menikmati,” ujarnya.

Selain Alun-alun, Pemkot Cimahi juga membahas arah pengembangan kawasan GOR Sangkuriang dan fasilitas lain di sekitarnya. Adhitia mengatakan ada keinginan untuk memperbaiki kawasan itu dalam lima tahun masa kepemimpinan saat ini, tetapi langkahnya harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

“Ya, saya juga berdiskusi, mudah-mudahan untuk ke depan sesuai dengan apa yang kami sampaikan selama Pilkada, selama 5 tahun ini harus kita bisa touch up Sangkuriang ini,” katanya.

Ia menegaskan, rencana revitalisasi tidak bisa dijalankan sekaligus. Pemerintah kota, kata dia, akan lebih dulu memusatkan perhatian pada persoalan yang dianggap paling mendesak, yakni banjir dan sampah.

“Untuk tahun depan, sepertinya pemerintah kota akan fokus dulu ke penanganan yang utama yaitu banjir, kemudian sampah. Jadi kita fokus dulu ke sana,” ucapnya.

Meski demikian, Adhitia tetap membuka harapan agar pembenahan GOR Sangkuriang bisa dilakukan sampai 2030.

Baca Juga:Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi EnergiKuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema Beasiswa

“Masih ada sisa sampai dengan tahun 2030, mudah-mudahan Sangkuriang bisa kita renovasi, kita revitalisasi,” tutupnya. (Mong)

0 Komentar