Bahaya Ikan Sapu-sapu Untuk Ekosistem dan Kesehatan Jika sampai di Konsumsi

Ilustrasi Ikan sapu-sapu yang kini tengah gencar dibasmi populasinya.
Ilustrasi Ikan sapu-sapu yang kini tengah gencar dibasmi populasinya.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tengah gencar membasmi populasi ikan sapu-sapu. Bahkan Gubernur Pramono Anung akan membuat satgas khusus yang bertugas untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu tersebut.

Lalu kenapa ikan ini harus dibasmi? apa bahayanya jika dibiarkan berkembang biak di sungai dan perairan?

Selama ini, ikan sapu-sapu sering kita temui di aquarium sebagai ikan pembersih yang membuat air didalam kolam tetap jernih dan tampak bersih.

Lalu kenapa ikan ini harus dibasmi saat hidup di sungai?

Baca Juga:Apa Itu Silent First, Waspada Modus Penipuan Baru Mencuri Identitas SuaraNaskah Khutbah Jumat tentang Bersatunya Umat membangun Kekuatan Global

Dilansir dari instagram resmi satgas Citarum Harum @satgascitarum, Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp) berbahaya karena merupakan spesies invasif yang merusak ekosistem perairan lokal dengan merebut makanan dan memangsa telur ikan endemik.

Ikan sapu-sapu dianggap hama di perairan umum Indonesia karena berkembang biak sangat cepat dan mendominasi habitat.

Mereka mengusir ikan endemik dan memakan telur-telur ikan lain, sehingga mengurangi populasi ikan lokal, selain itu ikan sapu-sapu juga berpotensi merusak bantaran sungai, kebiasaan mereka membuat sarang dengan menggerogoti dinding sungai dapat mempercepat keretakan atau longsor di bantaran sungai.

Bukan hanya bagi lingkungan , ikan sapu-sapu juga berbahaya jika sampai dikonsumsi. Dilansir dari laman Halodoc, ikan ini sangat tidak layak dikonsumsi karena berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, bakteri koliform, dan mikroplastik akibat hidup di lingkungan tercemar, yang memicu risiko kesehatan serius.

Berikut bahaya mengonsmsi ikan sapu-sapu, :

– Kontaminasi Logam Berat.

Ikan ini sering hidup di sungai tercemar dan menyerap bahan kimia berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium yang melebihi batas aman

– Risiko Penyakit Kronis

Akumulasi logam berat dan pestisida dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, gangguan saraf, bahkan penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

– Keracunan dan Parasit

Ikan sapu-sapu sering membawa bakteri koliform, parasit, dan kotoran. Mengonsumsinya dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, diare, serta alergi atau gatal-gatal.

– Bahaya Tetap Ada Saat Dimasak

Baca Juga:Berapa Besaran Gaji ke 13 ASN dan  Pensiunan Tahun 2026? Berikut Daftar LengkapnyaCara Mudah Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160

Racun dan logam berat dalam tubuh ikan sapu-sapu tidak hilang meskipun dimasak atau diproses, menurut informasi dari dan.

0 Komentar