Komisi IV Tedy Rusmawan Desak Penanganan Banjir Bandung Raya Masuk Prioritas 2027

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan.
0 Komentar

Jabar Ekspres – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan turut bersuara terkait banjir yang terjadi di Bandung Raya. Menurutnya persoalan itu tak cukup diselesaikan oleh Kota Kabupaten, tapi perlu lintas sektoral.

Politikus PKS itu menuturkan, pihaknya tentu prihatin dengan kondisi itu. Banjir itu bukan kali pertama terjadi tapi sudah cukup berulang.

Masyarakat cukup terdampak. Karena aktivitas keseharian ikut terganggu. Mulai dari kegiatan pendidikan, hingga rutinitas bekerja.

Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga 

Pada prakteknya, pemerintah tingkat kota kabupaten mengalami beberapa kendala. Karena persoalan itu lintas kewenangan.

Misalnya genangan yang ada di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Jalan itu kewenangannya bukan kota. “Itu ada banyak genangan air. Ternyata jalan menjadi kewenangan pusat. Lalu gorong-gorong yang katanya juga ada unsur BBWS, ” cetusnya, Kamis (16/4).

Tedy melanjutkan, masalah semacam itu perlu diambil sikap oleh Provinsi. Artinya Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mengambil peran strategis sebagai penghubung antarinstansi yang memiliki kewenangan berbeda, agar penanganan banjir tidak berjalan parsial.

“Pempro perlu menjadi jembatan untuk masalah kewenangan ini, ” sambungnya.

Menurut Tedy, kolaborasi lintas wilayah mutlak diperlukan agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sektoral dan sporadis. Apalagi masalah ini sudah lama dan berulang.

Tedy menjelaskan, pihaknya juga telah menyampaikan isu banjir Bandung Raya itu dalam kesempatan Musrenbang di Gedung Pakuan, Rabu (15/4). Banjir menjadi isu krusial yang harus segera ditangani secara serius dan terintegrasi oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Itu termasuk yang kami kedepankan dalam Musrenbang kemarin, ” katanya.

Bagi Tedy, penanganan banjir harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2027, dengan penguatan koordinasi lintas sektoral dan lintas wilayah. “Harapan kami bisa jadi prioritas 2027,” katanya. (son)

0 Komentar