JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung meresmikan transformasi RS Rajawali menjadi Primaya Rajawali Hospital, Jalan Rajawali Barat, Kota Bandung pada, Rabu (15/4/2026).
Peresmian ini ditandai dengan prosesi penandatanganan batu prasasti oleh orang nomor satu di Kota Bandung tersebut, sebagai simbol dimulainya babak baru layanan kesehatan yang lebih terintegrasi berbasis Center of Excellence.
Dalam sambutannya, Farhan menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan di tengah pesatnya dinamika kebutuhan masyarakat kota besar. Kehadiran Primaya Rajawali Hospital diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas akses kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan didukung oleh teknologi mutakhir.
Baca Juga:Tekan Ketergantungan Impor, Pemerintah Jamin Pasokan Energi Terjangkau bagi Masyarakat Menkeu Yakinkan Investor Global, Tegaskan Fiskal RI Tetap Konsisten dan Terukur
“Kami menyambut baik perkembangan ekosistem layanan kesehatan di Bandung. Kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan terintegrasi dan berbasis teknologi seperti yang diterapkan Primaya Rajawali Hospital diharapkan dapat meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat Bandung,” ujar Farhan.
Transformasi ini dinilai sangat krusial mengingat data surveilans menunjukkan tantangan kesehatan yang cukup signifikan di Jawa Barat. Provinsi ini mencatat jumlah kasus kanker terbesar di Indonesia, mencapai 156.977 kasus, sementara prevalensi penyakit jantung berada di peringkat ke-4 tertinggi secara nasional berdasarkan data Kemenkes RI 2025.
Menanggapi kebutuhan tersebut, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pergantian nama. Pihaknya melakukan peningkatan menyeluruh pada sistem layanan dan standar klinis untuk menjawab tren peningkatan penyakit tidak menular.
“Kami tidak hanya mengubah nama, tetapi mengembangkan rumah sakit berbasis layanan unggulan dengan peningkatan menyeluruh pada sistem layanan, teknologi, dan standar klinis,” jelas Leona.
Sebagai rumah sakit Center of Excellence, Primaya Rajawali Hospital kini dilengkapi dengan berbagai infrastruktur medis modern, meliputi 20 poliklinik dengan kapasitas 102 tempat tidur, layanan intensif komprehensif (ICU, NICU, PICU, dan HCU), dukungan tenaga medis dari 36 dokter spesialis dan subspesialis, digitalisasi melalui, dan Electronic Medical Record dan sistem rujukan internal antar jaringan.
Direktur Primaya Rajawali Hospital, dr. Budiyanto, MARS, menambahkan bahwa rumah sakit ini mengadopsi budaya patient-centered care dengan integrasi teknologi melalui Primaya App. Inovasi ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan second opinion tanpa harus berpindah fasilitas, yang menjadi nilai tambah bagi efisiensi waktu dan biaya bagi warga Bandung.
