Tekan Ketergantungan Impor, Pemerintah Jamin Pasokan Energi Terjangkau bagi Masyarakat 

Tekan Ketergantungan Impor, Pemerintah Jamin Pasokan Energi Terjangkau bagi Masyarakat 
lustrasi pengisian BBM pada kendaraan mobil. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan energi yang stabil sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.

Namun, di balik upaya tersebut, fokus besar kini diarahkan pada satu isu krusial: mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa ketahanan energi bukan sekadar memastikan pasokan tersedia, tetapi juga menyangkut kedaulatan nasional dan keberlanjutan ekonomi.

Baca Juga:Menkeu Yakinkan Investor Global, Tegaskan Fiskal RI Tetap Konsisten dan TerukurBukti Transfer Bongkar 4 ASN Soal Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi

“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal kedaulatan dan keberlanjutan ekonomi nasional. Pemerintah akan terus memastikan energi itu tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Bahlil, dikutip dari ANTARA Rabu (15/4).

Menurutnya, pemerintah tengah mendorong penguatan sektor energi domestik melalui berbagai strategi, termasuk pengembangan substitusi LPG dengan teknologi hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

Meski dinilai menjanjikan, langkah ini membutuhkan waktu panjang dan investasi besar sebelum dapat memberikan dampak signifikan.

Sejumlah capaian juga mulai terlihat. Peningkatan kapasitas kilang dalam negeri—termasuk proyek di Balikpapan—serta implementasi program biodiesel telah membantu Indonesia menghentikan impor solar. Namun demikian, tantangan belum sepenuhnya teratasi.

“Tantangannya masih tersisa pada komoditas bensin dan LPG yang masih bergantung pada dasar global,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga pasokan energi dan melindungi daya beli masyarakat.

Berdasarkan data, ia mengatakan Indonesia saat ini membutuhkan sekitar 1,6 juta barel minyak per hari, sementara produksi domestik baru mencapai sekitar 605 ribu barel per hari.

Baca Juga:JETOUR Gelar Mall Exhibition di Bandung, Tampilkan Lini SUV untuk Mobilitas dan PetualanganBulog Gelontorkan Rp68,6 Triliun untuk Serap Gabah dan Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Tanpa Impor

“Kondisi ini membuat Indonesia masih bergantung pada impor, dengan hampir satu juga barel per hari didatangkan dari luar negeri. Sekitar 20-25 persen di antaranya melewati Selat Hormuz, jalur vital yang kini terdampak ketegangan geopolitik,” ujar Bahlil.

0 Komentar