“Air ini datang dari berbagai wilayah, masuk ke Sungai Cikeruh, lalu ke sini,” katanya.
Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi koordinasi antar daerah untuk mencari solusi komprehensif.
“Harus ada peran dari provinsi untuk duduk bersama dan mengomunikasikan penanganan banjir Bandung Raya,” tegasnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Soroti Banjir Bandung, Tata Ruang Harus Dirombak TotalTak Kunjung Surut, Banjir di Sapan Lumpuhkan Akses dan Aktivitas Warga
Selain koordinasi lintas wilayah, Galih juga meminta perhatian Pemprov Jawa Barat terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya saluran air di sepanjang jalan provinsi yang melintasi Desa Tegalluar.
“Saya berharap di sepanjang jalan provinsi dibangun saluran air agar bisa mengurangi genangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan di wilayah hulu, termasuk pengembalian fungsi hutan lindung sebagai daerah resapan air.
“Kita ingin hutan lindung di hulu diaktifkan kembali agar bisa menyerap air,” katanya.
Galih berharap dengan keterlibatan aktif pemerintah provinsi, penanganan banjir di wilayah Bandung Raya dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan ke depan ada solusi terbaik yang bisa direalisasikan bersama,” pungkasnya.
