JABAR EKSPRES – Banjir yang merendam kawasan Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung tak kunjung surut hingga Rabu (15/4/2026).
Genangan yang telah berlangsung sejak Sabtu (11/4) ini melumpuhkan akses jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dari mulai Jembatan Tol Derwati, area industri, hingga ke pemukiman warga masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter.
Baca Juga:Banjir 4 Hari Rendam Rancabolang Derwati, 248 KK Terdampak dan Krisis Air BersihWarga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir Bojongsoang
Banjir tersebut merupakan luapan dari beberapa anak Sungai Citarum seperti Sungai Cikeruh dan Sungai Citarik. Kondisi ini membuat mobilitas warga terhambat.
Pantauan di lapangan banyak kendaraan, terutama sepeda motor, tidak dapat melintas dengan normal.
Sejumlah pengendara nekat menerobos banjir, namun tidak sedikit yang memilih menepi atau mencari jalur alternatif untuk menghindari risiko mogok.
Selain itu, para pekerja pun harus berjuang ekstra untuk tetap beraktivitas. Sebagian dari mereka terpaksa berjalan kaki menerjang banjir demi bisa sampai ke tempat kerja, ada pula sebagian pekerja yang ikut menaiki truk box atau kendaraan terbuka.
Yuyun, seorang pekerja pabrik asal Rancawangi, mengaku harus berjalan lebih dari satu kilometer karena akses jalan yang terendam.
“Dari rumah mau berangkat kerja. Jalan ada sekilo lebih,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi banjir sudah terjadi sejak Sabtu dan hingga kini belum juga surut. Meski demikian, ia tetap berangkat kerja dengan meninggalkan sepeda motornya di lokasi yang lebih aman.
Baca Juga:13 Kecamatan Diterjang Banjir dan Puting Beliung, Bupati Bandung Turun Tangan Siapkan Rp3 MiliarGerak Cepat! KDS Turun Langsung ke Lokasi Banjir dan Permukiman Terdampak Angin Kencang di Kabupaten Bandung
“Motor ditinggal di sana. Selama masih bisa kerja ya biasa saja,” katanya.
Menurut Yuyun, kondisi ini cukup melelahkan bagi warga yang harus bolak-balik melintasi banjir setiap hari. Ia berharap ada solusi agar banjir tidak terus berulang.
“Semoga enggak banjir begini terus. Soalnya capek juga kalau bolak-balik terus seperti ini,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Siregar (66), warga yang bekerja di pabrik. Ia menyebut banjir kali ini sudah berlangsung hingga hari kelima dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter di beberapa titik.
“Di sini sekitar 60 cm,” ujarnya.
Ia menuturkan, banjir memang kerap terjadi di wilayah tersebut, namun biasanya cepat surut. Berbeda dengan kondisi saat ini yang berlangsung berhari-hari hingga melumpuhkan akses jalan.
